KELANA KOTA

Coca-Cola dan USAID Serahterimakan Master Meter PDAM untuk 900 Rumah di Surabaya

Laporan Denza Perdana | Kamis, 12 September 2019 | 17:02 WIB
Serahterima sambungan air PDAM dengan sistem master meter oleh Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan USAID di Dyandra Convention Center, Kamis (12/9/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan USAID menyerahterimakan sambungan air PDAM dengan sistem master meter untuk 900 rumah yang ada di Surabaya, Kamis (12/9/2019).

Kerja sama CCFI dengan USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH PLUSH) ini agar masyarakat dapat akses air minum layak dan berkelanjutan.

"Ada 30 sistem master meter yang dibangun untuk lebih dari 6.000 masyarakat Surabaya. Kontribusi terbesar dari CCFI, membangun 23 master meter untuk 4.500 jiwa," kata Alifah Lestari Deputy Chief of Party USAID IUWASH PLUS.

Serah terima sambungan PDAM melalui master meter untuk 900 rumah di Surabaya ini berlangsung di Dyandra Convention Center, Kamis (12/9/2019). Perwakilan Pemkot Surabaya juga hadir.


Titie Sadarini Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) mengatakan, pembangunan sambungan air ini berlangsung sejak Januari-Agustus lalu di beberapa wilayah Kota Pahlawan.

"Pembangunan master meter ini sesuai tujuan kami pada 2020 mendatang, yaitu mengembalikan air untuk produksi minuman kami kepada masyarakat dan alam," katanya.

Pembangunan sambungan air melalui sistem master meter ini, kata dia, supaya masyarakat yang tinggal di kawasan yang sulit dilayani pemerintah melalui PDAM mendapatkan akses air bersih.

Latifah warga Gunung Anyar Tambak mengatakan, selama ini dia pakai air sumur. Menurutnya, mandi dengan air sumur sering membuat sabun tidak berbusa dan terasa ada yang tertinggal di badan.

Pilihan lainnya adalah membeli air PDAM dari tukang air keliling. Tetapi, pilihan ini menurutnya cukup memberatkan, karena harganya cukup mahal bila ditotal selama sebulan.

"Setelah adanya sambungan air bersih ini kami tidak lagi harus lagi beli air dari tukang air keliling. Juga tidak harus ambil air dari sumur untuk mandi dan kebutuhan lain. Pengeluaran jadi lebih hemat," katanya.

Peningkatan akses air minum bagi masyarakat adalah salah satu dari tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), serta untuk mewujudkan kebijakan RPJMN 2015-2019.

Air bersih dan sanitasi layak adalah bagian dari kebijakan RPJMN di poin keenam. Salah satunya untuk memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih berkelanjutan dan sanitasi bagi semua.(den/tin)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.