KELANA KOTA

Pembangunan Fisik Asrama Mahasiswa Nusantara di Siwalankerto Mulai 2021

Laporan Denza Perdana | Kamis, 12 September 2019 | 20:40 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur bernyanyi bersama sejumlah perwakilan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS) dalam silaturahmi di rumah Inspektur Jenderal Luki Hermawan Kapolda Jatim, Senin (19/8/2019) malam. Foto: Dok./Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pembangunan Asrama Nusantara sebagai respons atas peristiwa yang terjadi di Asrama Kamasan Jalan Kalasan, Surabaya akan dimulai 2021 mendatang.

Anggaran senilai Rp38 miliar sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2020.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, sudah ada lahan seluas 1,5 hektare di belakang Gedung Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Sudah ada lahan di daerah Siwalankerto. Itu InsyaAllah yang akan menjadi Asrama Mahasiswa Nusantara," katanya kemarin, Rabu (11/9/2019).


Khofifah mengatakan, pembangunan Asrama Nusantara ini akan dikerjakan dalam beberapa bagian/tahapan. Anggaran yang masuk KUA-PPAS itu baru tahap awal.

"Sementara yang saya lihat di KUA-PPAS ada kebutuhan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk menyiapkan sejumlah bagian. Nanti mungkin ada tiga tahap," katanya.

Moh Rudy Ermawan Kepala Dinas PU Cipta Karya Jatim mengatakan, pembangunan Asrama Nusantara ini ditargetkan sudah berjalan mulai 2021.

"Pembangunan asrama mahasiswa nusantara dilakukan selama tiga tahun anggaran. Tahun depan tahap perencanaan. Pembangunan fisik mulai 2021," ujarnya Kamis (12/9/2019).

Dia mengatakan, Pemprov Jatim pun menargetkan pembangunan asrama tiga lantai dengan rencana kapasitas untuk 500 orang itu tuntas pada 2022 mendatang.

Pada tahap awal, satu twin block asrama tiga lantai yang akan dibangun akan memiliki 56 kamar dengan kapasitas maksimal untuk 224 orang.

"Setiap kamar diisi empat orang. Nanti Asrama Mahasiswa Nusantara ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat olahraga dan ruang serbaguna," urainya.

Namun, Rudy mengaku belum tahu detail rencana pengelolaan Asrama Nusantara ini seperti apa. "Kemungkinan asrama ini akan berbayar tapi tidak profit oriented," katanya.(den/tin)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.