KELANA KOTA

Fuad Amin Imron Mantan Bupati Bangkalan Meninggal Dunia

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 16 September 2019 | 17:09 WIB
Fuad Amin Imron mantan Bupati Bangkalan terpidana kasus suap (kopiah hitam), dikawal Petugas Pengamanan KPK menuju Kantor KPK, Jakarta Selatan, pada Senin (22/10/2018), untuk menjalani pemeriksaan. Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Fuad Amin Imron mantan Bupati Bangkalan narapidana kasus suap dan pencucian uang, meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo Surabaya, Senin (16/9/2019). Kabar duka ini dibenarkan oleh Pargiyono Kadiv Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, kepada suarasurabaya.net.

Kabar tersebut diterimanya sekitar pukul 16.30 WIB dari Toni Naingolan Kalapas Kelas 1 Surabaya, di Porong Sidoarjo. Petugas dari lapas menelpon Kalapas dan memberitahukan bahwa Fuad Amin meninggal dunia.

"Pak Kalapas Porong saat ini sedang menugaskan pejabat terkait yaitu Kasi Perawatan untuk merapat ke RS Dr Soetomo, guna memastikan kabar meninggalnya pak Fuad Amin," kata Pargiyono, melalui sambungan telepon.

Pargiyono mengungkapkan, Fuad Amin dua atau tiga hari sebelumnya memang sedang menjalani perawatan di RSUD Dr Soetomo. Sebelum dirujuk ke RS Soetomo, beliau juga sudah dirawat di RSUD Sidoarjo.


Karena kondisinya yang mengkhawatirkan, akhirnya beliau dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita Fuad Amin. Namun berdasarkan catatan pihak Lapas Surabaya, Fuad Amin punya riwayat mengidap penyakit jantung.

Saat dikonfirmasi ke dr Pesta Parulian Humas RSUD Dr Soetomo, juga masih belum bisa memberikan keterangan. Pihaknya meminta waktu untuk dikonfirmasikan ke dokter yang menangani Fuad Amin.

Sekedar diketahui, Fuad Amin divonis delapan tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman menjadi 13 tahun penjara, plus denda Rp5 miliar subsider setahun kurungan.

Selain itu, majelis banding juga menghukum pidana tambahan berupa pencabutan hak memilih dan dipilih yang melekat pada Fuad Amin dalam jabatan publik, selama lima tahun usai menjalani masa hukuman.

Fuad Amin terbukti menerima uang Rp15,4 miliar dari PT Media Karya Sentosa (MKS) atas perannya mengarahkan perjanjian kerja sama terkait permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Fuad Amin juga terbukti melakukan pencucian uang sebanyak Rp197 miliar sejak menjabat Ketua DPRD Bangkalan, Oktober 2010-2014. Selain dari PT. MKS, uang itu juga berasal dari SKPD Bangkalan. (ang/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.