KELANA KOTA

Siang Sempat Ketawa-tawa, Sore Ra Fuad Mendadak Tidak Sadarkan Diri

Laporan Denza Perdana | Senin, 16 September 2019 | 22:03 WIB
Fuad Amin Imron. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim Dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya menyatakan, Fuad Amin Imron Mantan Bupati Bangkalan meninggal Senin (16/9/2019) sore pukul 16.10 WIB setelah mendapat serangan mendadak.

Laporan dokter yang diterima dr. Joni Wahyuadi Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Fuad Amin yang akrab disapa Ra Fuad itu sebenarnya sempat ketawa-tawa saat dirawat di Graha Amerta.

"Laporan dari dokter, siang sempat ketawa-tawa, sorenya mendadak tidak sadarkan diri. Ada serangan akut, mungkin jantung, mungkin. Karena beliau ada riwayat penyakit jantung," ujarnya.

Tim dokter yang menangani Ra Fuad, kata Joni, belum sempat mendeterminasi gangguan kesehatan apa yang dialami oleh Ra Fuad sampai harus dirujuk dari RSUD Sidoarjo.


"Sempat dirawat di RSUD Sidoarjo, terus dikirim ke kami. Ya, tanggal 14 kemarin (Jumat 14 September). Sebelumnya di RSUD Sidoarjo dia mengeluh pusing. Beliau sendiri yang minta ke sini," kata Joni.

Rencananya, jenazah Ra Fuad akan dimakamkan di Bangkalan besok, Selasa (17/9/2019). Khofifah Gubernur Jatim setelah bertakziah sempat bilang, pemakaman sekitar pukul 10.00 WIB.

Perlu diketahui, Fuad Amin Imron adalah narapidana suap dan pencucian uang yang divonis delapan tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta.

Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman Ra Fuad jadi 13 tahun penjara plus denda Rp5 miliar subsider setahun kurungan.

Selain itu, majelis banding juga menambah hukuman berupa pencabutan hak memilih dan dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun usai menjalani masa hukuman.

Fuad Amin terbukti menerima Rp15,4 miliar dari PT Media Karya Sentosa (MKS) atas perannya mengarahkan perjanjian kerja sama soal permintaan penyaluran gas alam ke Gili Timur.

Fuad Amin juga terbukti melakukan pencucian uang Rp197 miliar sejak menjabat Ketua DPRD Bangkalan, Oktober 2010-2014. Selain dari PT. MKS, uang itu juga berasal dari sejumlah SKPD Bangkalan. (den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.