KELANA KOTA

Kumpulkan Kepala Daerah, Khofifah Dorong Percepatan Pembangunan Jatim

Laporan Denza Perdana | Rabu, 18 September 2019 | 21:16 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengumpulkan semua kepala daerah di Jawa Timur membahas percepatan pembangunan, Rabu (18/9/2019). Foto:
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengumpulkan semua kepala daerah di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, membahas percepatan pembangunan, Rabu (18/9/2019).

"Ini kan, sebetulnya intensitas komunikasi dan koordinasi dengan Kemenko Perekonomian terutama berkaitan dengan percepatan pembangunan di Jatim. Apakah mereka ke sini, atau kami ke sana," ujarnya.

Sebelumnya, kata Khofifah, dia sebenarnya sudah pernah mengumpulkan kepala daerah di Jatim. Tapi hanya 18 diantaranya yang sudah melaporkan rencana percepatan pembangunan industrinya.

"Mungkin karena timing-nya kurang pas, banyak yang belum. Kami komunikasi terus by email, semua sudah. Tapi masih perlu komunikasi dengan instansi vertikal seperti BI maupun OJK," katanya.


Khofifah mengatakan, waktunya semakin mepet. Karena itu dia upayakan agar rencana percepatan pembangunan di Jawa Timur ini segera tuntas dan segera jalan di masing-masing daerah.

Dia bayangkan, semua rencana kerja percepatan pembangunan di Jawa Timur ini akan menjadi semacam blue book milik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

"Dari blue book ini nanti perlu ada road map (peta jalan) sehingga semuanya bisa teridentifikasi. Misalnya, untuk menjawab pertanyaan, kapan JLS (Jalur Lintas Selatan) selesai?" Katanya.

Pengerjaan JLS sepanjang 604 kilometer itu, kata Khofifah, saat ini masih kurang 230 kilometer lagi. Melalui blue book yang dia maksud, rencana penuntasan JLS itu akan terpetakan dengan baik.

"Dari 230 kilometer yang belum, nyicilnya tahun ini berapa? Tahun depan berapa? sumbernya dari mana? Pakai PINA atau KPBU? Lalu ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi berapa persen? Sedetail itu," katanya.

Soal JLS, Khofifah memastikan, melalui komunikasi dan koordinasi ini semua sudah terpetakan. Titik-titik mana saja yang perlu dikerjakan lebih dulu dan kebutuhan anggarannya sampai berapa.

Hanya saja, untuk pengerjaan, dia mengakui bahwa kemampuan APBD sangat kecil. Demikian juga APBN yang semakin tahun fiskalnya semakin kecil. Ini menjadi peluang untuk membuka investasi.

Melalui buku biru percepatan pembangunan Jawa Timur itulah Khofifah berharap investasi bisa terdorong. Sisa pengerjaan JLS sebagai bagian dari pembangunan di Jatim bisa segera dilanjutkan.(den/dwi)
Editor: Zumrotul Abidin



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.