KELANA KOTA

Imam Nahrawi Pamit dan Minta Publik Tidak Buat Wacana Seperti Tuduhan KPK

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 19 September 2019 | 17:28 WIB
Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) mengaku sudah menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatannya kepada Joko Widodo Presiden, hari ini.

"Kamis tanggal19 September 2019, saya Imam Nahrawi sudah menyampaikan surat pengunduran diri ke hadapan Bapak Presiden Jokowi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) periode 2014 2019," ujar Imam dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Imam mengundurkan diri karena akan fokus menhadapi kasus hukum dengan KPK.

"Dengan harapan saya harus fokus menghadapi dugaan tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi," jelasnya.


Dia akan mengikuti proses hukum yang ada dengan sebaik mungkin dan terus menerus mendorong prinsip praduga tidak bersalah.

Imam juga akan menunggu alat-alat bukti yang dimiliki KPK atas kasusnya, sehingga jangan sampai ada wacana terlebih dulu.

"Kita menunggu sebaik-baiknya nanti alat-alat bukti yang dimiliki KPK dengan tanpa membuat wacana terlebih dulu karena saya tidak seperti yang dituduhkan mereka," tegasnya.

Meski begitu, Imam menegaskan, sebagai warga negara baik, dia akan mengikuti semua proses hukum yang ada.

"Kita ikuti proses semua dengan baik. Sebagai warga negara yang taat hukum dan sekali lagi saya ingin fokus menghadapi itu, sekaligus saya mohon doa pada semuanya," pungkas Imam.

Sekadar diketahui, KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah dari KONI 2018.

Imam diduga menerima Commitment Fee dari pengurusan dana hibah tersebut sebesar Rp 26,5 miliar.(faz/iss)



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.