KELANA KOTA

Undang Puluhan Anggota DPR-DPD RI Dapil Jatim, Khofifah Ingin Nyambung

Laporan Denza Perdana | Jumat, 20 September 2019 | 07:55 WIB
Khofifah Indar Parawansa bersama Mahfud MD, La Nyalla Mattalitti DPD RI, Gatot Sudjito DPR RI dalam Silaturahmi di Grahadi, Kamis (19/9/2019). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengundang puluhan Anggota DPR dan DPD RI dari Dapil Jatim dalam sebuah acara silaturahmi di Gedung Negara Grahadi, Kamis (19/9/2019) malam.

Rombongan DPR RI dipimpin Gatot Sudjito Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil Jatim VII. Sedangkan DPD RI dipimpin La Nyalla Mahmud Mattalitti yang juga Anggota DPD dari Dapil Jatim.

Gatot Sudjito mengatakan, langkah Khofifah mengundang silaturahmi Anggota DPR-RI ini adalah langkah jemput bola yang bagus, yang dilakukan sebelum pelantikan seluruh Anggota DPR-RI pada 1 Oktober mendatang.

Demikian halnya La Nyalla yang menyampaikan komitmen, DPD RI dari Dapil Jatim akan menyuarakan kebutuhan Provinsi Jatim ke Jakarta dan sebaliknya. Supaya pemerintah pusat juga mendengar berbagai potensi di Jatim.


Pertemuan ini bukan merupakan pertemuan pembahasan tentang program percepatan pembangunan di Jawa Timur. Khofifah hanya ingin mengawali ini agar ke depan ada kesinambungan program antara Jatim dengan pemerintah pusat.

"Saya belum sampaikan RPJMD kita, program percepatan pembangunan industri. kita, belum sampai kontennya. Ini sangat awal," ujarnya usai acara silaturahmi yang juga dihadiri Mahfud MD itu.

Dalam waktu dekat ini Khofifah akan meminta waktu khusus dengan DPRD Jawa Timur setelah seluruh perangkatnya tuntas, untuk memperdalam lagi soal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim lima tahun ke depan.

"Nanti setelah pelantikan Ketua DPRD Jatim, kami ingin membreakdown RPJMD, menyambung dengan KUA-PPAS yang pengantarnya sudah kami sampaikan 29 Agustus lalu," ujarnya.

Sedangkan dengan DPR RI, Khofifah juga sudah menyampaikan agar ada kegiatan pertemuan seperti Kamis malam tadi setiap enam bulan sekali. Apakah itu di Surabaya maupun di Jakarta.

"Supaya ada persambungan seluruh program daerah dengan pusat, landingnya di mana saja? Kami ingin sampaikan prioritas kami. Misalnya soal 382 desa yang dinyatakan tertinggal oleh Kemendes, kami ingin fokus menuntaskan ini sehingga di akhir 2020 tidak ada lagi desa tertinggal," ujarnya.(den/ang)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.