KELANA KOTA

Dana Operasional Pendidikan SMA/SMK Negeri di Jatim Dicairkan

Laporan Zumrotul Abidin | Sabtu, 21 September 2019 | 16:36 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Dana Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) yang merupakan dana program Pendidikan Gratis Berkualitas (TisTas) Provinsi Jawa Timur tahap tiga bulan pertama semester 2 telah cair.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan dana BPOPP TisTas itu sudah masuk ke rekening masing-masing sekolah. Khususnya untuk sekolah SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.

"Alhamdulillah sudah dicairkan. Ini adalah salah satu perwujudan program pendidikan gratis dan berkualitas (TisTas) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Maka pesan saya buat anak-anakku, pelajar SMA/SMK Negeri dan swasta Se-Jawa Timur belajar yang rajin ya," kata Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, Sabtu (21/9/2019).

Nilai dana yang dicairkan untuk 424 lembaga SMA Negeri senilai Rp 80,57 miliar. Sedangkan untuk 297 lembaga SMK Negeri totalnya Rp 137,49 miliar. Anggaran itu bisa langsung digunakan oleh sekolah untuk membiayai kegiatan pendidikan.


Khofifah mengatakan, proses pencairan anggaran BPOPP TisTas mulanya sempat ada kendala yakni banyak sekolah yang belum mengirimkan nomor rekening.

"Kemarin ada kendala, saat kami evaluasi ternyata karena masih ada sekolah yang belum mengirimkan nomor rekening," kata Khofifah.

Lebih lanjut, BPOPP ini diberikan Pemprov Jatim untuk sekolah SMA/SMK negeri maupun swasta. Saat ini untuk pencairan BPOPP SMA/SMK swasta di Jawa Timur masih dalam proses. Tepatnya yaitu sedang proses penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Menurut Khofifah, Pemprov Jatim kini sedang menyiapkan program lanjutan TisTas yaitu pemberian BPOPP untuk Madrasah Aliyah (MA). Pemprov rencananya akan memberikan subsidi SPP bagi MA swasta supaya bisa menikmati keringanan biaya sekolah sebagaimana diterapkan di SMA/SMK negeri dan swasta di Jawa Timur. Saat ini RAPBD tersebut menunggu proses pembahasan dengan DPRD.

"Kami juga merencanakan akan memberikan subsidi SPP Madrasah Aliyah. Insyaallah tahun ajaran baru bulan Juli tahun 2020. Sekarang sedang menunggu proses pembahasannya serta besaran alokasi anggarannya dengan DPRD Jatim," kata Khofifah.

Program Pendidikan TisTas di Jatim ini merupakan program prioritas Pemprov yang juga menjadi salah satu janji kampanye Khofifah-Emil yang mulai ditunaikan.

Program tis tas ini selain bantuan SPP gratis di SMA/SMK negeri dan swasta juga mendirikan SMK Pengampu yang menyiapkan bengkel atau laboratorium bagi SMK yang punya jurusan serumpun, serta pemberian tunjangan untuk seluruh GTT dan PTT di bawah naungan Pemprov Jatim.

"Kami berharap, dengan program pendidikan gratis dan berkualitas di Jawa Timur bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur yang kini masih peringkat 15 nasional," kata Khofifah.

Dalam pelaksanaan program TisTas ini bahkan Pemprov Jawa Timur melakukan penyisiran di kampung-kampung untuk mendorong jika ada anak usia sekolah yang belum mendapatkan bangku sekolah diajak untuk melanjutkan pendidikan yang kini sudah gratis. (bid)


Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.