KELANA KOTA

2020, Kendaraan Kelebihan Muatan Dilarang Lewat Tol

Laporan Denza Perdana | Minggu, 22 September 2019 | 20:37 WIB
Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan saat meninjau alat uji muatan atau weigh in motion (WIM) di tol Jakarta-Cikampek, Minggu. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan menyampaikan, kendaraan kelebihan muatan dan dimensi atau Over Dimension dan Overload (ODOL) dilarang melewati jalan tol pada 2020.

"Kalau sekarang ODOL ditilang tapi tetap jalan. Kami harap 2020 sudah total mereka tidak bisa lewat, cari alternatif jalan lain," kata Menhub saat meninjau alat uji muatan atau weigh in motion (WIM) di tol Jakarta-Cikampek, Minggu (22/9/2019).

Menhub menyampaikan, dia sudah mengimbau para pemilik barang maupun truk untuk menaati ketentuan agar tidak mengoperasikan kendaraan kelebihan muatan dan dimensi, di mana kecepatannya kurang dari 25 kilometer per jam.

Sedangkan, kecepatan rata-rata kendaraan di jalan tol berkisar antara 60 kilometer per jam hingga 80 kilometer per jam.


"Karena sudah terbukti penyebab kecelakaan daripada jalan tol itu lebih dari 50 persen karena kendaraan yang overload ini. Padahal, mereka komposisinya 12 persen, tapi berkontribusi 58 persen," ungkap Budi dikutip Antara.

Untuk mengimplementasikan itu, Budi menegaskan Jasa Marga perlu mempersiapkan infrastruktur memadai. Di antaranya kamera pengintai khusus mengetahui beban muatan yang dibawa truk yang akan masuk jalan tol.

Subakti Syukur Direktur Operasi Jasa Marga menyampaikan, alat itu akan terpasang di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akhir tahun ini, kemudian dilengkapi di seluruh ruas tol.

"Akhir tahun ini kami ada di Jabodetabek dan Bandung. Kemudian di seluruh tol. Kalau yang kelebihan muatan langsung diminta putar balik," katanya.(den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.