KELANA KOTA

Korban Asap Kebakaran Hutan Butuh Pasokan Oksigen Tabung

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 23 September 2019 | 13:30 WIB
Tim Medis YDSF berikan bantuan tabung Oksigen untuk warga masyarakat terdampak asap kebakaran hutan di Kalimantan tengah. Foto: Humas YDSF
suarasurabaya.net - Posko tim medis Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) dan Universitas Riau yang dibuka di tiga tempat di Kampar, Pekanbaru, Riau dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah kewalahan melayani warga yang meminta bantuan oksigen.

Posko yang dibuka sejak Sabtu (21/9/2019) sampai Senin (23/9/2019) didatangi ratusan warga masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen. Bahkan, satu di antara mereka ada bayi berumur 20 hari.

Bayi perempuan bernama Anisa itu sudah sepekan lebih ini menghirup asap hingga membuatnya batuk-batuk dan mengeluarkan lendir hijau.

Imron Wahyudi, koordinator Unit Aksi Cepat YDSF menyampaikan bahwa rata-rata warga yang dilayani mengalami sesak nafas, mual dan sakit kepala. Mereka terdiri dari mulai balita, orang tua hingga manula.


"Dari banyaknya warga yang mendatangi posko medis, dari catatan kami sebagian besar mereka sangat membutuhkan oksigen segar. Baik itu yang berupa oksigen tabung atau oksigen dalam kemasan portabel," terang Imron.

Meski tim medis masih bisa melayani kebutuhan oksigen, lanjut Imron, sayangnya kecenderungannya mulai susah mencari oksigen yang isi ulang. "Terutama yang portabel, harganya sama dengan masker melonjak tiga kali lipat," tambah Imron.

Saat ini, selain oksigen dan obat-obatan, kebutuhan mendesak adalah makanan sehat, masker jenis N 95, susu dan biskuit anak.

Khoirul Anam, Humas YDSF menambahkan bahwa tim Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) yang terbagi di dua lokasi di Kalimantan dan Riau telah tergabung dengan relawan kemanusiaan dan TNI Polri beberapa hari lalu turut memadamkan di beberapa lokasi titik api. Selain itu juga membagikan ribuan masker kepada warga.

Untuk menampung kepedulian masyarakat, YDSF terus menerima donasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kabut asap.

"Posko Siaga Bencana YDSF terus kami buka sampai bencana kabut asap ini hilang. Kami juga telah bersiap untuk memberikan layanan medis pascabencana," pungkas Anam, Senin (23/9/2019).(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.