KELANA KOTA

Australia Akan Danai Penelitian Ganja untuk Kebutuhan Medis

Laporan Dwi Yuli Handayani | Senin, 07 Oktober 2019 | 08:27 WIB
Ilustrasi. Kemasan ganja untuk kebutuhan medis. Foto: intcannabiscorp.com
suarasurabaya.net - Australia akan menyediakan dana senilai 3 juta dolar Australia untuk riset mengenai penggunaan ganja untuk kebutuhan medis guna membantu pasien-pasien yang menderita kanker, kata menteri kesehatannya pada Minggu (6/10/2019), sementara kebutuhan akan produk-produk ganja medis berkembang pesat.

Sekalipun penggunaannya legal di sebagian besar Australia, produk-produk seperti itu diizinkan hanya diberikan kepada pasien-pasien dengan resep dari dokter dan izin diperlukan untuk mengembangkan dan membuat ganja untuk medis, seperti dilansir Antara.

Pada Minggu, Greg Hunt Menteri Kesehatan mengatakan akses telah diberikan kepada lebih 11.000 pasien, dengan sebagian besar persetujuan dikeluarkan tahun ini.

"Jumlah kajian klinis yang didesain dengan baik mengenai ganja untuk medis masih terbatas dan kami perlu meningkatkan dasar bukti buat mendukung profesional medis," kata dalam pernyataan kementerian itu.


Data kementerian kesehatan menunjukkan 78 perusahaan sekarang memegang izin untuk mengembangkan ganja untuk medis, dari satu izin pada Maret 2017.

Hunt berbicara saat acara jalan sehat untuk pengumpulan dana yang dipimpin oleh Olivia Newton-John, penyanyi dan artis Australia kelahiran Inggris yang mendorong penggunaan ganja untuk medis setelah didiagnosa terkena kanker.

"Saya pendukung kuatnya, untuk kesehatan umum, untuk rasa nyeri, untuk tidur, untuk rasa cemas. Saya sungguh yakin ini penting dalam perjalanan saya," ujar Newton-John kepada Nine News TV pekan lalu.

Pengalaman dan usaha Newton-John telah membantu menyibak manfaat dari penggunaan ganja bagi medis, kata Hunt, dengan menambahkan pemerintah akan bekerja menjamin akses bagi para pasien Australia.

"Tapi hanya dengan resep yang diberikan orang yang berprofesi di bidang kesehatan," tambahnya. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.