KELANA KOTA

Ratusan Warga Desa Baujeng Demo dan Blokir Jalur Utama Pandaan-Beji

Laporan Dwi Yuli Handayani | Senin, 07 Oktober 2019 | 09:46 WIB
Ratusan warga Desa Baujeng, Beji, Pasuruan berunjuk rasa dengan menutup total jalur utama Pandaan-Beji, Senin (7/10/2019) pagi. Foto: Harsoyo via e100
suarasurabaya.net - Ratusan warga Desa Baujeng, Beji, Pasuruan berunjuk rasa dengan menutup total jalur utama Pandaan-Beji, Senin (7/10/2019) pagi. Aksi unjuk rasa dilakukan di balaidesa Baujeng sampai jembatan Sungai Tanggul.

Ipda Gede Sukana Kanit Lantas Polsek Beji mengatakan, aksi ini memprotes salah satu pabrik yang diduga membuang limbah dan mencemari sungai yang ada di sekitar Desa Baujeng.

"Pencemaran ini sebenarnya sudah terjadi beberapa bulan lalu. Termasuk 1 minggu kemarin warga Desa Baujeng sudah melakukan aksi unjuk rasa. Sebelumnya juga sudah ada pertemuan pihak pabrik dengan Muspika, Kapolsek, Danramil, Camat namun belum ada titik temu," kata Gede Sukana pada Radio Suara Surabaya.

Saat ini, kata Gede, warga masih menutup jalur dua arah dan melakukan aksi bakar ban di lokasi. "Ini sebenarnya aksi spontanitas jadi warga ada yang membawa ban yang sampai dibakar di tengah jalan," ujar dia.


Dengan ditutupnya jalur utama Pandaan-Beji, Gede mengatakan, pihaknya melakukan pola pengaturan lalu lintas di lokasi.

Kata Gede, kendaraan dari Pandaan ke Bangil bisa melalui jalur tol Sidowayah. Sedangkan untuk warga yang berdekatan dengan lokasi diarahkan lewat tiga titik jalan kampung sepanjang jalan Sidowayah.

"Kami menempatkan anggota di tiga titik ini yang bertugas mengarahkan pengguna jalan," ujarnya.

Saat ini, tambah dia, pihak Muspika, Camat, Danramil, Kapolsek Beji masih berupaya negosiasi dengan pihak pabrik. "Semoga segera ada titik temunya nanti," pungkasnya. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.