KELANA KOTA

Bahas Tugas MWA, Pengurus Unhas Kunjungi ITS

Laporan J. Totok Sumarno | Rabu, 09 Oktober 2019 | 21:49 WIB
Perwakilan ke dua perguruan tinggi bertukar cinderamata. Foto: Humas ITS Surabaya
suarasurabaya.net - Pengurus MWA (Majelis Wali Amanat) Unhas (Universitas Hasanudin) kunjungi MWA PTN BH di Indonesia, Rabu (9/10/2019) diawali kunjungan ke MWA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Kunjungan tersebut bersilaturahmi sekaligus berdiskusi tentang isu berkaitan dengan ke MWA an, dipandu Prof Dr Darminto MSc, Sekretaris MWA ITS di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS lantai 2.

Menjadi PTN BH menuntut sebuah perguruan tinggi (PT) untuk mampu mengatur berbagai keperluan internalnya secara mandiri.

MWA yang memiliki tugas untuk menetapkan kebijakan umum PT serta pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan PT pun mendapat tantangan baru setelah menjadi PTN BH.


Hal itulah yang disoroti oleh kepengurusan baru MWA Unhas dalam kunjungannya ke ITS kali ini. MWA Unhas mendiskusikan pengelolaan aset, fungsi pengawasan dari MWA, dan implementasi Good University Governance (GUG) di ITS.

ITS menghadirkan pembicara diantaranya Ir Mas Agus Mardiyanto ME PhD selaku Wakil Rektor Bidang II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana; Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah MEng selaku Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya, Organisasi, dan Teknologi dan Sistem Informasi; dan Dr Dra Agnes Tuti Rumiati MSc selaku Sekretaris Institut.

Dari tiga topik yang didiskusikan, topik mengenai implementasi GUG memiliki porsi paling besar dalam diskusi ini.

Disampaikan oleh Agnes Tuti Rumiati bahwa dalam penerapan GUG ada delapan parameter yang menjadi indikator yaitu transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, adil, penjaminan mutu dan relevansi, efektivitas dan efisiensi, serta nirlaba.

"Salah satu wujud dari penerapan ini adalah adanya sistem layanan informasi yang mengizinkan masyarakat umum untuk memberikan pertanyaan dan komplain via daring," terang dosen yang biasa disapa Tuti ini.

Adanya platform tersebut, menurut Tuti, merupakan upaya ITS dalam mewujudkan aspek akuntabilitas yang ada pada GUG.

Dijelaskan Tuti juga, penerapan GUG di ITS menunjukkan ke arah reformasi birokrasi di mana ITS mengganti sistem konvensional menuju ke digital. Usaha ini direalisasikan secara bertahap, dan hingga saat ini sudah ada beberapa sistem informasi berupa MyITS, MyITS Wali, dan My ITS Office.

Di bidang GUG juga, dosen Statistika ini menyampaikan bahwa ITS berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan promosi dan branding.

Promosi ini diwujudkan dengan publikasi pemberitaan tidak hanya event, tapi sudah mencapai ke level penelitian di unit laboratorium yang ada di ITS.

Sementara itu, Darminto mengungkapkan bahwa MWA ITS kini telah memasuki tahun ke empat kepengurusannya. Di 14 bulan sisa masa kepengurusan ini, Darminto menyampaikan rasa bahagianya mendapat kunjungan semacam ini.

"Harapannya, hasil diskusi ini dapat menginspirasi MWA Unhas dan dapat menjadi pertimbangan rencana ke depannya untuk Unhas," pungkas guru besar Fisika ini, Rabu (9/10/2019).(tok/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.