KELANA KOTA

Aliansi Kekuatan Sipil Tunda Aksi Lanjutan #SurabayaMenggugat Pekan Depan

Laporan Denza Perdana | Kamis, 10 Oktober 2019 | 07:46 WIB
Ilustrasi. Puluhan ribu peserta aksi dari mahasiswa dan elemen masyarakat saat berjalan menuju gedung DPRD Jatim, di Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (26/9/2019). Foto: dok/Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Zamzam Syahara Korlap Aliansi Kekuatan Sipil mengatakan, aksi lanjutan #SurabayaMenggugat ditunda pekan depan karena seluruh elemen aliansi masih melakukan konsolidasi.

"Besok tidak ada aksi. Kami masih konsolidasi. Rencananya, aksi akan kami lakukan minggu depan," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Rabu (9/10/2019).

Zamzam mengatakan, belum tentu tanggal pelaksanaan aksi yang mungkin akan disebut #SurabayaMenggugat2 itu. Dia hanya bilang, akan ada 70 elemen massa yang bergabung dalam aksi pekan depan.

Sebelumnya, Aliansi Kekuatan Sipil berencana bikin aksi lanjutan #SurabayaMenggugat hari ini, Kamis (10/10/2019), untuk menyuarakan lagi tuntutan yang tidak direspons pemerintah.


Upaya Aliansi menyampaikan tuntutan kepada Gubernur Jatim gagal. Zamzam mengatakan, DPRD Jatim yang sudah menerima tuntutan dan akan meneruskan ke DPR RI juga tidak lagi ada kabar.

Tadinya mereka akan menyerahkan tuntutan aksi kepada Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim di acara yang ternyata berkonsep silaturahmi, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (8/10/2019) malam.

Acara itu berujung debat antara elemen aliansi dengan pejabat Pemprov Jatim setelah Zamzam meminta rekan-rekannya tidak memakan hidangan makan malam sebelum gubernur terima tuntutan mereka.

"Setelah konsolidasi, kami akan umumkan kapan aksi itu digelar. Ya, kami upayakan massa yang terlibat lebih banyak lagi. 26 September kemarin yang turun sekitar 25 ribu orang," ujarnya.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.