KELANA KOTA

Menhan Bertemu Tujuh Tokoh Adat Papua dan Papua Barat

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 10 Oktober 2019 | 11:30 WIB
Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan saat melakukan pertemuan dengan tujuh tokoh adat Papua dan Papua Barat, di Mega Futsal, Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu Menteri Pertahanan (Menhan) bertemu dengan tujuh tokoh adat Papua dan Papua Barat di Lapangan Futsal, Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019).

Dalam pertemuan itu, Menhan Ryamizard membawa pesan perdamaian dan kerukunan untuk masa depan Papua yang aman dan damai serta sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Semua agama mengajarkan tentang kasih sayang dan perdamaian," kata Ryamizard, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, sudah saatnya masyarakat Papua melakukan kegiatan bersama, berkoordinasi dan bersilaturahmi dengan musyawarah untuk mufakat agar tercipta perdamaian di Bumi Cenderawasih.


"Kita bertahun-tahun mengamankan Papua dengan bersenjata. Sudah saatnya, kita melakukan kegiatan bersama dan saling bersilaturahmi," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Ryamizard mengaku merasa terhormat bisa datang kembali ke tanah Papua.

"Saya merasa terhormat datang ke sini. Ini sangat penting bagi saya," kata Ryamizard.

Ada pewakilan dari tujuh masyarakat adat Papua yang hadir dalam pertemuan ini. Ryamizard juga didampingi sejumlah pejabat Kemenhan, Brigjen Yakobus Wakapolda Papua dan Brigjen TNI Irham Waroihan Kasdam Cendrawasih.

Mereka disambut Benhur Tomi Mano Walikota Jayapura beserta jajaran dan para tokoh adat.

Nando salah satu tokoh adat dari Papua Barat mengatakan, semua tokoh adat Papua mendukung komitmen Presiden Joko Widodo untuk memajukan tanah Papua.

"Kemajuan akan memberikan kedamaian di tanah Papua," ucapnya.

Oleh karena itu, di dalam periode kedua ini Presiden Jokowi diharapkan bisa membuka daerah-daerah yang terisolasi dan melakukan pemekaran bagi daerah yang cakupannya cukup luas. (ant/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.