KELANA KOTA

Alim Markus: Revolusi Industri 4.0, Enterpreneurship Harus Ditumbuhkan

Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:14 WIB
Alim Markus CEO Maspion Group (kiri) menerima cinderamata dari Kacung Marijan. Foto: Humas Unusa
suarasurabaya.net - Alim Markus CEO Maspion Group dalam kuliah umum ajak segenap mahasiswa Unusa tumbuhkan jiwa enterpreneurship menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang akan datang.

Alim Markus CEO Maspion Group didampingi Prof. Kacung Marijan Drs. MA., Ph.D., Wakil Rektor I Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ajak mahasiswa memiliki dan membangun jiwa enterpreneurship menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0.

"Sebagai pengusaha yang berangkat dari nol, Alim Markus ingin menciptakan 1 juta entrepreneur. Keinginan ini sejalan dengan visi dan misi Unusa, sebagai universitas yang juga mencetak para entrepreneur. Ini sangat penting," terang Kacung Marijan, Kamis (10/10/2019).

Kuliah umum yang digelar di ruang Auditorium lantai 9, Tower Unusa, Kampus B, pada Rabu (9/10/2019) itu dihadiri sekurangnya 500 orang mahasiswa bersama segenap jajaran civitas academica Unusa, dengan harapan akan ada wawasan baru terkait tantangan Revolusi Industri 4.0.


Para mahasiswa diharapkan bisa belajar dan menyerap banyak ilmu berwirausaha, langsung dari pengusaha sekaliber Alim Markus yang memimpin sekurangnya 30.000 karyawan di sejumlah perusahaan tersebut.

Kacung menambahkan sebagai anak sulung dari lima bersaudara, Alim kecil memiliki tanggung jawab besar. Alim harus memupus keinginannya untuk melanjutkan sekolah hingga ke luar negeri.

Sejak usia 15 tahun, Alim sudah bekerja membantu usaha ayahnya di gang kecil di kawasan kampung Kapasan Surabaya. Alim bekerja sejak pukul 05.00 hingga pukul 19.00, atau 14 jam dalam sehari.

"Untuk memulai usaha, menjadi pengusaha kecil dengan modal kecil jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah sudah siapkah kalian melangkah. Dan kalian, mahasiswa calon-calon entrepreneur ini harus berani untuk mulai," ujar Alim Markus di hadapan para mahasiswa.

Pengusaha yang hanya berpendidikan SMP ini mengajak para mahasiswa entrepreneur untuk memiliki banyak mimpi. Hal ini penting untuk menciptakan banyak ide (kreatif) dan gagasan (inovasi). Setelah memiliki banyak ide dan gagasan harus berani untuk melangkah dan mewujudkan.

"Dalam mewujudkan ide dan gagasan tersebut harus diingat adalah lakukan analisa terlebih dahulu. Dalam melakukan analisa, tidak boleh dengan emosi. Harus menggunakan pemikiran yang sebenarnya (logis) agar analisa tersebut terjamin. Dari 100 ide yang ada, bisa saja 90 ide gagal, tapi 10 ide berhasil itu sudah Alhamdulillah. Jangan pernah menyerah," tegas Alim.

Pengusaha, lanjut Alim bisa memulai usaha di manapun dan kapanpun. Tetapi harus dilihat apakah pendirian usaha tersebut akan bisa berkelanjutan, berapa cost logis yang dibutuhkan, keuntungan yang diproleh, kapan bisa balik modal, dan siapakah competitor.

Bahkan jika sebagai industriawan, jauh ke depan juga dipikirkan satu, dua, tiga tahun ke depan, posisi usaha menjadi seperti apa dan siapakah kita.

"Kita perlu mengetahui kompetitor kita siapa, agar kita bisa terus menghasilkan ide dan gagasan. Namun itu semua, para entrepreneur muda ini jangan mudah menyerah. Di sekolah kita belajar 1 tambah 1 pasti dua, dua tambah dua pasti empat. Tapi di dunia luar bisa terjadi banyak kemungkinanm hasilnya bisa bertambah atau malah menjadi nol. Di situlah belajar berwirausaha yang sesungguhnya," papar Alim.

Pada bagian akhir, Alim Markus menambahkan agar setiap individu mampu menguasai diri, menyeimbangkan pikiran dan badan. Hal ini penting agar entrepreneur tetap memiliki akal sehat dalam menghadapi setiap kendala yang akan dihadapi dalam dunia usaha.(tok/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.