KELANA KOTA

Wiranto Terluka Diserang Orang Terduga ISIS

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:14 WIB
Wiranto Menko Polhukam diserang oleh orang tidak dikenal saat berkunjung di Kabupaten Pandeglang, Banten. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Wiranto Menko Polhukam diserang oleh orang tidak dikenal saat berkunjung di kabupaten Pandeglang, Banten.

Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo Karopenmas Polri menjelaskan, akibat serangan tersebut, baik Wiranto maupun Kapolsek mengalami luka-luka.

"Siang tadi pada saat pak Wiranto melakukan kunjungan di Kabupaten Pandeglang, spontan ada masyarakat yang mendekat kemudian melakukan penyerangan yang mengakibatkan Kapolsek terluka dan juga Pak Wiranto," ujar Dedi kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Kata Dedi, pelaku dua orang, laki-laki dan perempuan yang kemudian langsung diamankan oleh aparat keamanan. Kedua orang tersebut saat ini sedang dalam proses pemeriksaan oleh Polda Banten.


"Sementara sudah diamankan dua orang laki-laki dan perempuan. Saat ini lagi dalam proses pemeriksaan oleh Polda Banten," kata Dedi.

Motifnya, menurut Dedi, sedang didalami dan identitasnya juga sudah didapat. Selanjutnya akan ditangani Polda Banten yang di back up Densus 88.

"Semua sudah didalami Polda Banten dan di back up Densus 88. Kalau sudah jelas akan kami informasikan lebih lanjut motifnya dan latar belakang terduga tersebut," jelasnya.

Kata Dedi, untuk SOP standar pengamanan tetap dilakukan saat kunjungan Menkopolhukam, dan kejadian itu pada saat Menkopolhukam akan berangkat menuju ke Helikopter dari dalam kendaraan.

Berdasarkan penyelidikan sementara, kata Dedi, pelaku diduga terpapar radikal ISIS.

"Dugaan sementara yang saya dapat dari Polda Banten yang laki-laki dapat diduga terpapar oleh paham radikal ISIS, sedang yang perempuan masih didalami," tegas Dedi.(faz/iss/ipg)

Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.