KELANA KOTA

Pelaku Diduga Telah Merencanakan Penyerangan Terhadap Wiranto

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 10 Oktober 2019 | 15:44 WIB
Wiranto Menkopolhukam RI menjadi korban penusukan oleh orang tidak di kenal di Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo Karopenmas Polri menjelaskan, peristiwa penyerangan terhadap Wiranto Menko Polhukam di Pandeglang, Banten, terjadi dengan cepat atau spontan.

Saat itu, kata Dedi, Menko Polhukam akan bersalaman dengan masyarakat, tetapi tiba-tiba pelaku melakukan penyerangan.

"Pada saat kejadian tersebut sangat cepat atau spontan ketika beliau (Wiranto) akan naik kendaraan kemudian ada sekelompok massa seperti biasa mencoba bersalaman dengan pejabat. Pada saat mencoba bersalaman tersebut diduga dua orang pelaku ini laki-laki dan perempuan itu kemudian mendekat," ujar Dedi dalam konferensi pers di Divhumas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

Menurut Dedi, untuk yang perempuan inisialnya adalah FA asal Brebes, kemudian yang laki-laki atas nama SA alias Abu Rara kelahiran Medan tahun 1968.


Dedi menjelaskan, kedua pelaku tersebut mendekat dengan membawa senjata tajam. Diduga penyerangan ini sudah disiapkan oleh pelaku.

"Masih didalami apakah berbentuk pisau atau semacam gunting tapi yang jelas ini sudah dipersiapkan oleh kedua pelaku tersebut. Kemudian pelaku melakukan serangan penusukan ke arah depan badan pak Menko mengenai bagian depan kemudian pada saat kejadian tersebut juga ada Kapolsek dan pak Kapolda sendiri yang langsung mencoba untuk mengamankan pelaku," jelasnya.

Kata dia, Kompol Dariyanto Kapolsek Menes yang saat melakukan pengamanan juga mengalami luka-luka.

"Pada saat Kapolsek mengamankan pelaku, Kapolsek sendiri juga tertusuk bagian belakang. Untuk Kapolsek atas nama Kompol Daryanto," kata dia.

Menurut Dedi, terduga pelaku tersebut diamankan di Polres Pandeglang dan masih dalam proses pemeriksaan Polres Pandeglang, Polda Banten yang di back up oleh Densus 88.

Dedi mengatakan, diduga pelaku atas nama SA tersebut terpapar oleh radikal ISIS.

"Nanti akan kita coba dalami apakah SA ini juga masih memiliki jaringan dengan JAD di Cirebon atau JAD lain yang ada di Sumatera. Kita tentunya sangat prihatin dengan kejadian tersebut," ujar Dedi.

Dedi menjelaskan kalau acara yang dihadiri Menko Polhukam tersebut sudah diketahui secara luas oleh masyarakat.

"Tentang rencana kedatangan, beliau akan mengisi kegiatan kuliah umum di kampus UNMA atau universitas Mathlaul Anwar di Jalan Raya Pandeglang Labuhan kilometer 23 Pandeglang," jelas Dedi.(faz/iss/ipg)

Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.