KELANA KOTA

Tompi, God Bless, dan Kla Project Meriahkan Pesta Rakyat 74 Tahun Jatim

Laporan Denza Perdana | Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:41 WIB
Aries Agung Paewai Kepala Biro Humas dan Protokoler Pemprov Jatim, di Grahadi, Kamis (10/10/2019). Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pesta Rakyat jadi puncak perayaan Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur. Sejumlah artis seperti Tompi, God Bless, dan Kla Project akan meriahkan pesta di sepanjang Jalan Gubernur Suryo, Minggu (13/10/2019).

Pemprov Jatim telah menyiapkan berbagai macam makanan khas Jawa Timur untuk dinikmati masyarakat Jawa Timur. Pesta rakyat ini dipersiapkan supaya bisa dinikmati 50 ribu orang.

Aries Agung Paewai Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim mengatakan, seluruh hiburan dan kuliner di sepanjang Jalan Gubernur Suryo disediakan gratis bagi masyarakat Jawa Timur.

"Kami siapkan sepanjang Jalan Gubernur Suryo itu, dari ujung sampai ujung, kuliner dan hiburan untuk rakyat di hari jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur ini," kata Aries, Kamis (10/10/2019).


Namun, perlu diingat, di dalam pesta rakyat ini masyarakat yang datang hanya mendapatkan jatah tiga kali mengambil makanan. Akan ada tiga gelang yang harus dipakai pengunjung pesta rakyat.

"Nanti gelangnya tiga warna, setiap kali mengambil satu makanan gelangnya disobek. Sampai tiga kali," ujarnya. Ini untuk mengantisipasi pengunjung pesta rakyat lainnya kehabisan makanan.

Selain artis Tanah Air, di pesta rakyat ini akan tampil video mapping sejarah Jawa Timur, termasuk sejarah berdirinya Gedung Negara Grahadi dengan menyorotkan 150 proyektor ke tembok Gedung Grahadi.

Demi keamanan dan kenyamanan masyarakat yang mengikuti pesta rakyat di sepanjang Jalan Gubernur Suryo, Pemprov Jatim bekerja sama dengan polisi akan melakukan screening.

Aries mengatakan, screening atau pemeriksaan dilakukan di semua titik masuk ke pesta rakyat. Ada empat titik masuk yang akan dijaga ketat oleh polisi dan Satpol-PP.

Empat titik itu antara lain di depan Hotel Inna Simpang, dua titik di Taman Apsari, dan satu titik di depan Balai Pemuda. Petugas keamanan akan mengantisipasi pengunjung yang berbau alkohol, membawa alkohol, dan membawa senjata tajam.

"Screening ini bukan untuk mencegah pengunjung masuk, tetapi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung saat berada di lokasi pesta rakyat," ujarnya.(den/iss)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.