KELANA KOTA

Ditangkap Kedua Kalinya, Jambret Bertato My Mother is Angel Nangis

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 11 Oktober 2019 | 17:18 WIB
AA (21), residivis jambret yang beraksi di Jalan Darmo Indah Selatan, Surabaya pada pertengahan September lalu. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Seorang pelaku jambret bertato My Mother is Angel hanya bisa menangis, saat ditangkap polisi untuk kedua kalinya. Warga Jalan Dupak itu dilumpuhkan dengan tembakan tepat di betis kanannya, karena melawan petugas saat akan ditangkap.

Pelaku adalah Adi Angger Setiawan alias Wawan (21), yang sebelumnya pernah berurusan dengan polisi pada 2017 terkait kasus jambret. Setelah bebas dari penjara, dia kembali berulah dan kerap meresahkan masyarakat Surabaya.

Iptu Giadi Nugraha Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, pelaku beraksi bersama temannya yang sudah ditangkap lebih dulu. Dalam aksinya, Wawan berperan sebagai eksekutor, sedangkan temannya sebagai joki.

Pada pertengahan September lalu, kata dia, pelaku jambret ini menyasar seorang perempuan di Jalan Darmo Indah Selatan sekitar pukul 06.15 WIB. Pelaku memepet korban yang sedang mengendarai motor dan langsung merampas tasnya.


"Meski sempat berupaya mempertahankan tasnya, korban akhirnya menyerah dan melepaskan tas berisi HP, dompet dan surat-surat kendaraan itu," kata Giadi, Jumat (11/10/2019).

Kemudian, korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Berbekal rekaman CCTV, petugas akhirnya meringkus para pelaku jambret itu secara bertahap.

"Jokinya kami tangkap lebih dulu. Selang beberapa hari kemudian, pelaku kedua kami ringkus saat melintas di Jalan Pasar Kembang," terangnya.

Aksi penjambretan di Jalan Darmo Indah Selatan itu bukan hanya satu-satunya sasaran Wawan. Sebelumnya, dia juga pernah beraksi di kawasan Dupak, Tanjungsari, Indrapura, dan Jalan A. Yani.

Tak hanya menyasar perempuan, pelaku juga pernah melakukan hal yang sama terhadap anak kecil yang terlihat memainkan handphone di pinggir jalan. Dalam hal ini, polisi masih terus memburu komplotan Wawan yang diduga masih berkeliaran.

"Kami masih mendalami dan memburu semua orang yang terlibat dalam kelompok si Wawa ini," tegasnya. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.