KELANA KOTA

Semburan Kutisari Berusaha Dipisahkan

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:56 WIB
(Dari kanan ke kiri) Contoh sampel hasil pemisahan minyak dan air dari pengambilan 1 hingga 4. Paling kiri yang terjernih Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya kini telah mengambil sampel dari air dan minyak yang sudah terpisah dari Semburan di Kutisari Indah Utara III nomor 19, Surabaya.

Air dan Minyak tersebut dipisahkan secara bertahap melalui alat separator yang dipasang pada tandon yang tertanam di dalam tanah.

Ulfiani Ekasari Kasi Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengatakan, hasil pemisahan itu nantinya akan dipantau selama tiga hari untuk memastikan pemenuhan baku mutu. Ia menyebut, pada penyaringan pertama, alat separator sudah menunjukkan hasil positif.

Air yang awalnya bercampur dengan minyak kini sudah terlihat putih. Nantinya, jika air sudah benar-benar terpisah dengan minyak, maka air bisa dibuang ke selokan dan tidak mencemari lingkungan.


"Ini hasilnya cuma selisih 10 ppm. Karena bakteri butuh penyesuaian. Jadi kami pastikan nantinya agar bisa memenuhi baku mutu," ujarnya.

"Nanti tiga hari kedepan mungkin selisihnya cuma 0,03. Toh lebih baik dari air limbah kamar mandi jadi, sehingga ketika nanti dibuang airnya kesekolakan sekitar 300 ppm untuk COD (kadar kimia, red) sehingga parameter lainnya sudah jauh dibawah baku mutu," lanjutnya.

Ulfi menambahkan, sebelum dilakukan pengolahan, kandungan kimianya mencapai 14.000 ppm sehingga dapat mencemari lingkungan. Selain itu DLH dan DKCTR terus melakukan proses finishing pemasangan alat separator, dengan mulai pembersihan, pemasangan hingga uji alat separator yang sudah dilakukan oleh DLH.

"Dalam penampung tersebut alat separator digunakan untuk memisahkan minyak dan air, minyak diatas air dibawah, kemudian dari air dimasukan ke tank ke dua yang sudah ada air, layak tidaknya di tanki yang terakhir," jelasnya.

Tandon tersebut, kata Ulfi bisa menampung 550 liter. Namun ia mengungkapkan dari dua hari tersebut, semburan yang tertampung berkurang mencapai 75 liter dibandingkan dengan sebelum pemisahan semburan yang pertama kali yakni 3.200 liter.

"Setelah jadi, ini nanti akan terus kami kuras ketika tangki tersebut sudah penuh, nantinya minyak setelah di dalam tandon akan kami kuras dan kami taruh di dalam drum yang nantinya ditaruh di tanah milik pemkot tersebut," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan upaya untuk mendesak SKK migas agar bisa segera menampung minyak sehingga tidak tertumpuk di lapangan tersebut. (bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA