KELANA KOTA

Kondisi Istri yang Dibakar Suami, Dokter: Stabil Tapi Kritis

Laporan Anggi Widya Permani | Selasa, 15 Oktober 2019 | 20:53 WIB
Seorang suami dengan sengaja membakar istrinya di dalam rumahnya jalan Ketintang Baru II No.3A Surabaya, Selasa (15/10/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Ketintang Baru II No.3A Surabaya, masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya. Ini disampaikan dr Pesta Parulian Kepala Humas RSUD dr Soetomo Surabaya, Selasa (15/10/2019).

Perempuan bernama Putri (19) itu, kata dr Pesta, baru saja selesai menjalani operasi atau pencucian luka. Korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen di bagian wajah, leher, dada, lengan kanan dan kaki kiri.

"Sekarang sudah di Ruang Observasi IGD RSUD Dr Soetomo. Kondisinya stabil tapi masih kritis. Karena kita curigai dia menghirup api panas yang membahayakan saluran napasnya," kata dr Pesta.

Untuk selanjutnya, kata dia, akan dilakukan observasi agar tidak terjadi infeksi. Terutama memberi perhatian khusus pada saluran pernapasannya.


"Karena kan jalan saluran napas itu kan manifestasinya tidak segera, bisa 1-2 hari ke depan. Pasien dirujuk ke sini sekitar jam 1 siang tadi," kata dia.

Sebelumnyadiberitakan seorang suami dengan sengaja membakar istrinya di dalam rumahnya, Jalan Ketintang Baru II No.3A Surabaya, Selasa (15/10/2019), pukul 09.14 WIB.

Dedik Irianto Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya mengatakan, menurut keterangan penjaga kos, Purianto (47) diduga melakukan KDRT dengan membakar korban (Istrinya, red) di tempat tidur dengan cara menyiram bensin.

"Untuk yang membakar (Bpk Purianto/Suami) melarikan diri menggunakan sepeda motor milik penjaga kos," kata Dedik pada suarasurabaya.net.

Kata Dedik, korban atas nama Putri Nalurita (19) mengalami luka bakar 80 persen.

"Korban sudah dibantu warga dan langsung dibawa ke RSI Wonokromo untuk penanganan awal. Namun pada pukul 13.15 WIB, korban dipindah ke RSUD Dr. Soetomo untuk penanganan lebih lanjut," katanya.

Sebanyak sembilan unit mobil PMK diluncurkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. "Unit Tempur Pos Jambangan tiba di TKK langsung melaksanakan pembasahan karena api sudah dipadamkan warga. Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif pukul 09.45 WIB," katanya.

Hingga kini motif kekerasan yang dilakukan pelaku, masih diselidiki polisi. (ang/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.