KELANA KOTA

Seorang Pria Diculik di Surabaya, Ditemukan Tewas di Batu

Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:00 WIB
Foto capture video amatir warga saat terjadi dugaan penculikan. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Bangkit (30) pria yang dilaporkan istrinya telah diculik akhirnya ditemukan meninggal mengenaskan di Sungai Watu Ondo, bawah Jembatan Cangar I, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Penculikan Bangkit itu sebelumnya dilaporkan Mei Nuriawati (28) istri korban, ke Polrestabes Surabaya pada Selasa (15/10/2019). Kepada polisi, perempuan asal Jalan Asrikaton Malang itu mengaku, suaminya dipaksa masuk mobil Suzuki Ertiga oleh beberapa orang di depan Kantor UMC, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Senin (14/10/2019).

AKBP Sudamiran Kasatreskrim Polrestabes Surabaya mengatakan, saat tim Jatanras sibuk mencari petunjuk kasus ini, ternyata pada Rabu (16/10/2019) malam, polisi mendapat kabar ada sesosok mayat pria yang ditemukan di Batu, dengan hasil identifikasi bernama Bangkit Maknutu Dunirat.

"Benar, mayat pria yang ditemukan di Kota Batu itu adalah korban penculikan di Surabaya yang dilaporkan ke kami oleh istrinya," kata Sudamiran, Kamis (17/10/2019).


Sudamiran mengatakan, hasil pemeriksaan TKP, mayat Bangkit ditemukan Rabu paginya. Saat ditemukan, Bangkit mengenakan baju lengan pendek bermotif kotak-kotak coklat strip biru dan kaos t-shirt warna hitam. Mayat itu mengenakan celana kain warna hitam.

Saat ditemukan, pada tubuh Bangkit terdapat luka pada bagian dahi kiri diduga luka tusuk senjata tajam. Selain itu, kedua matanya hancur dan wajah penuh memar. Sementara dua tangannya terikat tali warna biru ke depan.

"Korban diduga dibuang dari atas jembatan dengan ketinggian sekitar 50 meter. Di lokasi, petugas juga menemukan sebuah sepatu kulit warna hitam merk kickers yang diduga milik korban," katanya. (bid/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.