KELANA KOTA

Suami Pembakar Istri Akhirnya Tertangkap di Rembang

Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 17 Oktober 2019 | 15:58 WIB
Pelaku pembakar istri menunjukkan luka bakar di tangan saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya pada Kamis (17/10/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Purwanto (47) suami yang membakar istrinya di Ketintang Baru II A, Surabaya akhirnya berhasil ditangkap polisi di daerah Lasem, Rembang pada Rabu (16/10/2019) malam.

AKBP Leonardus Simarmata Wakapolrestabes Surabaya mengatakan, penangkapan itu hasil dari kerjasama antara Polrestabes Surabaya dan Polres Rembang. Purwanto tertangkap saat hendak berpindah bus dari jurusan Pati di daerah Lasem, Rembang.

AKBP Lenoardus mengatakan, dari hasil penyelidikan, awalnya pelaku hanya berniat mengancam sang istri yang ingin bercerai dengan dirinya.

"Awalnya hanya untuk menakut-menakuti. Dia taruh (bahan bakar, red) di tangan kirinya, (korek di tangan kanan). Tapi, ini korban berdiri dan tersenggol sehingga terpercik sehingga tangan pelaku ini juga ikut terbakar. Termasuk juga melukai korban," ujar AKBP Leonardus saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya pada Kamis (17/10/2019).



Polisi menunjukkan barang bukti saat konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

"Motifnya hanya ingin supaya istrinya tidak cerai. Tapi pihak pelaku ingin mempertahankan. Permintaan cerai dari korban lewat WA ke suami. Motifnya awalnya ya hanya ingin menakut-nakuti saja," lanjutnya.

Kepada wartawan, Purwanto juga mengaku hal serupa. Ia awalnya hanya ingin menakut-nakuti istrinya agar tidak jadi cerai. Waktu itu, ia sedang membawa bensin sisa dari mengisi bahan bakar motor.

"Bukan, (bensin itu, red) buat motor. Kan saya tiap hari ke pasar, belanja. Pas saya isikan ke motor separuh, baru timbul pikiran untuk nakut-nakutin itu tadi. " katanya.

Ia juga mengaku, dirinya kabur karena panik melihat istrinya terbakar. Ia juga tak ingat kejadian setelah istri terkabar karena tangannya juga ikut terbakar.

"Sudah enggak inget karena saya ikut terbakar. Saya sangat menyesal sekali karena bagaimana pun itu istri saya. Saya minta maaf pak, saya pak," sesalnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 44 ayat 22 uu 23 th 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan Pasal 27 ayat 2 e KUHP. Pelaku terancam hukuman penjara 15 tahun penjara. (bas/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.