KELANA KOTA

Khofifah Dorong Industri Perhiasan Jatim Jadi Destinasi Wisata

Laporan Denza Perdana | Kamis, 17 Oktober 2019 | 17:24 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur saat membuka Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2019 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (17/10/2019). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mendorong industri perhiasan di Jawa Timur yang berkontribusi besar atas industri perhiasan nasional menjadi destinasi wisata.

Gubernur menyampaikan konsep destinasi industri perhiasan itu saat membuka Surabaya International Jewellery Fair (SIJF) 2019 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (17/10/2019).

Dia berharap, pameran emas dan perhiasan yang digelar kali ke-24 ini bisa mengawali industri perhiasan di Jatim membuka diri agar wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan perhiasan.

Wisatawan, dia harapkan, bisa melihat langsung proses pengolahan perhiasan seperti proses cutting sampai proses pemolesan, serta mendapat penjelasan proses produksi itu.


Khofifah mengatakan, dengan melihat langsung dan mendengar penjelasan dari kadar karat sampai cerita di balik proses pembuatan perhiasan, wisatawan akan tertarik datang dan membeli produk itu.

Dia optimistis hal itu bisa berjalan karena produk perhiasan Jatim memang sudah cukup dikenal karena murni buatan tangan dan memiliki bentuk unik dan sarat dengan nuansa budaya.

Bila industri emas dan perhiasan menjadi destinasi wisata, Khofifah berharap sektor pendukung wisata lainnya seperti tingkat hunian hotel semakin meningkat dan waktu tinggal wisatawan mancanegara semakin panjang.

"Kunjungan ke industri perhiasan ini bisa masuk katalog paket wisata. Kita bisa mengundang buyer dari dalam maupun luar negeri melihat langsung uniknya perhiasan kita. Kalau ini sudah dilakukan, saya mohon ditingkatkan, diluaskan, dan dikembangkan. Kalau belum mohon disiapkan," katanya.(den/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.