KELANA KOTA

Kendaraan Roda Empat Hindari Jalan Sememi Hingga 3 Minggu ke Depan

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 19 Oktober 2019 | 09:32 WIB
Ilustrasi. Eri Cahyadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya saat sidak box culvert di Manukan, Rabu (12/6/2019).Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Surabaya mengimbau kendaraan roda 4 untuk menghindari jalur Jalan Raya Sememi untuk mengantisipasi tanah ambles.

Sebab di kawasan tersebut ada pengerjaan proyek multiyear pemasangan box culvert. Terdapat lubang pengerjaan box culvert, selain itu juga terjadi kemacetan lalu lintas, sehingga kendaraan menambah beban jalan dan membuat tanah menjadi miring ke bawah. Untuk itu diimbau kendaraan roda 4 untuk menghindari jalur tersebut untuk mengantisipasi tanah ambles.

"Dengan kemacetan yang padat, akibat beban kendaraan yang berat, mungkin untuk kendaraan roda 4 bisa dihindari dulu Jalan Sememi itu. Kita perlu waktu untuk rekondisi (tanah) yang miring kemarin itu. Mungkin 2-3 mingguan," kata Samsul Hariadi Kepala Bidang Pematusan Dinas PU Bina Marga Surabaya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (19/10/2019).

Ia juga meminta pengguna jalan untuk dapat memaklumi pengerjaan proyek itu, mengingat progress pengerjaan di Jalan raya Sememi masih 30 persen dan diperkirakan masih akan selesai pada Agustus 2020 nanti.


Sebelumnya, Bidang Pematusan telah mengajukan penutupan total di Jalan Raya Sememi selama pengerjaan proyek box culvert. Sehingga kendaraan dapat dialihkan ke Jembatan Branjangan. Namun karena di Branjangan juga ada perbaikan dan pembongkaran jembatan, maka Jalan Raya Sememi terpaksa tetap dibuka.

"Jadi memang awalnya kita minta Sememi ditutup dan dialihkan ke Branjangan, jadi tidak was-was takut longsor terjadi karena beban kendaraan berat. Ternyata di Branjangan ditutup juga. Hasil komunikasi dengan Organda, kita simpulkan akan berpotensi macet di sana (Sememi)," paparnya.

Untuk memininalisir kepadatan, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Polres Gresik dan Polres Sidoarjo, untuk membatasi kendaraan yang akan lewat Jalan Raya Sememi. Salah satunya dengan pemasangan banner pemberitahuan jalur alternatif lain, khususnya bagi kendaraan roda 4.

Samsul Hariadi menjelaskan, pengerjaan proyek box culvert terbagi menjadi 3 bagian. Pertama ada pemasangan box culvert di pemukimanan berdimensi 40-60 sentimeter, yang dikelola oleh Ditjen Cipta Karya.

Kedua, pemasangan box culvert di pedestrian yang menjadi tanggung jawab Bidang Jalan, seperti di Gelora Pancasila, Kedungdoro, Biliton dan lain sebagainya.

"Saya monitor kemarin, rata-rata proyek di Bidang Jalan sudah 80 persen. Meski kelihatannya belum selesai, itu kontruksi yang bawah sudah selesai tinggal atas-atasnya. Kalau pas musim hujan pun masih bisa dikerjakan," imbuhnya.

Sedangkan Dinas Pematusan mengelola proyek pemasangan box culvert dalam ukuran yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih lama. Serta jika sudah masuk musim hujan, maka pengerjaan terpaksa harus dihentikan.

"Kalau (pemasangan box culvert, red) yang besar seperti di Kandangan, Sememi, Kenjeran, itu bidang pematusan, selesai sekitar Agustus tahun depan karena proyek multiyear. Tapi semua sama tujuannya, menambah kapasitas tampungan air ketika hujan," tutunya.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.