KELANA KOTA

Grebeg Suroboyo Syukuri Pelantikan Jokowi

Laporan Zumrotul Abidin | Minggu, 20 Oktober 2019 | 17:26 WIB
Ratusan orang yang tergabung dalam relawan Jokowi-Ma'ruf beramai-ramai meraih Tumpeng berisi sayur-sayuran di depan Gedung DPRD Jl. Yos Sudarso, Minggu (20/10/2019) sore. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sekitar seratusan orang yang tergabung dalam relawan Jokowi-Ma'ruf Kota Surabaya menggelar Tasyakuran Kebangsaan atas dilantiknya Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Tasyakuran bertajuk "Gerebeg Suroboyo, Jogo Nusontoro" ini digelar dengan menyiapkan tumpeng berisi sayur-sayuran di depan Gedung DPRD, Jalan Yos Sudarso, Minggu (20/10/2019) sore.

Tasyakuran pelantikan Jokowi-Ma'ruf ini digelar sederhana dengan acara doa dan pertunjukan musik rakyat.

Ermawan Wibisono Ketua Panitia mengatakan, tasyakuran kebangsaan ini bentuk apresiasi atas pelantikan Jokowi Ma'ruf yang selama ini diperjuangkan oleh seluruh relawan di Surabaya.


Dia juga mengatakan, para relawan tidak akan berhenti mengawal Jokowi-Ma'ruf melalui dukungan, apapun bentuknya.

"Kita juga siap menjaga persatuan bangsa. Menghadang dari ideologi berbahaya yang memecah belah bangsa," katanya dalam sambutan.

Tjuk Sukiadi salah satu tokoh Surabaya juga meminta para relawan terus mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf untuk menegakkan Pancasila. Para relawan harus aktif terutama tentang ancaman beberapa kelompok yang berusaha mengubah ideologi bangsa.

Setelah acara, para peserta yang hadir kemudian saling berebut tumpeng sayur dan buah-buahan setinggi 7 meter.

Kusnan koordinator acara mengatakan, tasyukuran kebudayaan ini menggambarkan keberagaman nusantara.

"Indonesia subur dan makmur dengan hasil perkebunan melimpah. Kami mensyukuri negeri ini, kami ingin persatuan dan kesatuan terus terjaga," katanya. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.