KELANA KOTA

Khofifah Minta Sekolah di Sumber Brantas Diliburkan Seminggu

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 21 Oktober 2019 | 16:40 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat berdialog dengan warga pengungsi di Balai Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengatakan, meski kewenangan penanganan bencana angin di Batu ada Pemerintah Kota Batu, tapi Pemprov tetap memberi dukungan bantuan.

"Nah, untuk kasus Desa Sumber Brantas, maka ini wilayah Kota Batu. Tetapi bagian dari kerelawanan dan kemanusiaan, saya tetap mohon masyarakat Jatim beri support. Support itu penting karena di antara mereka yang sekarang ini sedang mengungsi ada yang rumahnya masih berdebu. Ada yang gentengnya harus diganti. Maka, support jadi penting," kata Khofifah usai berdialog dengan warga pengungsi di Balai Desa Punten, Bumiaji, Kota Batu, Senin (21/10/2019).

Khofifah mengatakan, tiga infrastruktur dasar seperti sekolah, puskesmas, dan rumah ibadah di kawasan terdampak bencana masih baik.

"Tempat ibadah alhamdulillah menurut bu Wali dalam keadaan baik. Kedua, layanan kesehatan puskesmas juga dalam keadaan baik. Ketiga layanana pendidikan, karena rupanya ada SMP yang tingkat keparahannya membutuhkan rekonstruksi segera," katanya.


Khofifah meminta dalam waktu seminggu agar anak-anak diliburkan atau belajar di luar kelas. Setelah satu pekan, dia berharap ada semacam tempat sekolah darurat atau apapun bentuknya.

"Supaya anak tidak terlalu lama diliburkan. Nanti kita akan cocokkan dengan Pemkot Batu, bagaimana identifikasinya terhadap rumah-rumah yang terdampak angin puting beliung," katanya.

Sekadar diketahui, angin kencang melanda Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada Sabtu malam (19/10 pukul 23.30 WIB. Sampai pada hari Minggu, 20 Oktober 2019 angin masih berhembus kencang. Seluruh wilayah Desa Sumberbrantas hampir seluruhnya lumpuh. Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum. Hingga saat ini listrik masih padam dan mengganggu jaringan komunikasi.

Total ada 1357 jiwa yang diungsikan di 7 pos pengungsian:

1. Posko PB BPBD Kota Batu : 403 jiwa
2. Rumas Dinas Walikota : 122 jiwa
3. Balai Desa Punten : 530 jiwa
4. Balai Desa Tulungrejo : 40 jiwa
5. SDN 1 Punten : 149 jiwa
6. Balai Desa Sidomulyo : 93 jiwa
7. Kantor Kelurahan Songgokerto : 20 jiwa. (bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.