KELANA KOTA

Nadiem Masuk Kabinet Baru, Gojek Siapkan Pemimpin Baru

Laporan Denza Perdana | Senin, 21 Oktober 2019 | 20:36 WIB
Nadiem Makarim Founder Gojek datang ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019), untuk berdiskusi dengan Presiden terkait posisi menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Gojek startup unicorn penyedia aplikasi pemanggil transportasi sudah menyiapkan pemimpin pengganti Nadiem Makarim sebagai pendiri sekaligus CEO.

Nadiem sudah memastikan dirinya bersedia menjadi bagian dari kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024.

Di Istana Negara, Nadiem menyatakan, mulai hari ini, Senin (21/10/2019), dia melepas jabatan CEO Gojek untuk fokus membantu Jokowi Presiden.

Gojek pun telah menyiapkan pengganti Nadiem di perusahaan. Hal itu seperti disampaikan Nila Marita Chief Corporate Affairs Gojek dalam sebuah keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.


Andre Soelistyo Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi co-Founder Gojek, kata Nila, akan berbagi tanggung jawab menjalankan perusahaan ke tahap selanjutnya sebagai co-CEO Gojek.

"Kami sangat bangga karena founder Gojek akan turut membawa Indonesia maju ke panggung dunia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Visi pendiri startup lokal diakui dan menjadi contoh pembangunan bangsa," ujar Nila.

Ke depan, kata Nila, kedua pemimpin baru Gojek itu akan membawa perusahaan ke tahap selanjutnya. Dia bilang, sudah ada rencana matang pengembangan perusahaan startup itu.

"Kami telah memiliki rencana yang matang dan akan mengumumkan lebih jauh mengenai arti pengumuman ini bagi perusahaan dalam beberapa hari ke depan," ujarnya.

Gojek tidak menyebutkan, porsi menteri apa yang didapat Nadiem Makarim di kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amin dengan alasan menghormati proses yang sedang berlangsung.

"Kami tidak akan memberikan komentar lebih jauh sebelum ada pemberitahuan resmi dari pihak Istana," ujar Nila.(den/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.