KELANA KOTA

Syekh Afeefuddin Al-Jaelani Hadir di Hari Santri Yayasan Khadijah

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 21 Oktober 2019 | 21:32 WIB
Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Yayasan Khadijah Surabaya, Senin (21/10/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Syekh Afeefuddin Al-Jaelani (Dzurriyah atau keturunan Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani) menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Yayasan Khadijah Surabaya. Dia datang secara khusus untuk menyemangati ribuan santri agar lebih giat lagi dalam menuntut ilmu.

Nampak Hadir juga dalam acara tersebut Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur. Menurut Prof. Ridwan Nashir Ketua Yayasan Khadijah Surabaya pada peringatan hari santri tahun ini, pihak yayasan sengaja mengundang Syekh Afeefuddin Al-Jaelani untuk mengobarkan kembali semangat para santri seperti kobaran semangat para pejuang, syuhada yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Bagaimana kembali membangkitkan semangat para santri melalui syekh Afeefuddin. Walaupun di sini tidak seluruhnya boarding school, tapi pos belajar mengajarnya sama seperti yang dipakai santri. Seperti kitab-kitabnya, dan lain-lain," tutur Prof Ridwan Nasir, Senin (21/10/2019).

Di yayasan tersebut sudah banyak menelorkan prestasi. Termasuk perempuan yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Baginya, motivasi dari orang-orang yang sukses sangat penting untuk membangun semangat santri saat ini.

"Santri sekarang sudah bagus. Pengaruhnya Hubbul Wathon minal Iman (cinta tanah air bagian dari iman) sudah menyeluruh dikalangan santri," jelasnya.


Ada sebuah pesan yang disampaikan Syekh Afeefuddin yang patut menjadi tauladan para siswa. Menurut beliau, jika anda ingin sukses, belajarlah, mencari ilmu dengan semangat yang tinggi. Karena melalui ilmu bisa mengantarmu kejalan surga.

Sementara, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, yayasan Khadijah memang didesain sebagai lembaga pesantren kota. Jika sebulan yang lalu, pihak yayasan mendatangkan Syekh Muhammad Ismail dari Makkah, saat ini Syaekh Afeefuddin berkesempatan hadir untuk memberikan semangat para siswa.

"Kebetulan saya sudah tahun kelima ini menerima kerawuhannya (kedatangan) beliau," ungkap Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan, pada peringatan hari santri Nasional ke V, mengingatkan kembali atas komitmen fatwa resolusi jihad yang dilakukan oleh para kiai, bahwa membela kemerdekaan Indonesia hukumnya Fardhu 'Ain (wajib).

"Kewajiban yang melekat pada setiap orang. Saya harap anak-anak bisa membangun penguatan heroikme. Hari santri adalah komitmen fatwa jihad dan Fardu ain dari kiai dalam komando PBNU," jelas Khofifah.

Detik-detik resolusi jihad banyak yang bisa kita ambil sejarahnya. Meski demikian untuk memperingati Hari Santri Nasional tersebut, Pemprov Jawa Timur mengeluarkan dua surat edaran sesuai Kepres nomor 22 tahun 2015.

"Kepres ini menjadi dasar kenapa ada dua surat edaran Gubernur Jatim," tambahnya.

Edaran pertama, pihaknya meminta seluruh warga Jawa Timur untuk meluangkan waktu mengheningkan cipta selama enam puluh detik. Mengheningkan cipta bisa dilakukan pada Selasa, 22 Oktober 2019 pukul 08.00 WIB.

"Baik Mereka yang ada di pasar-pasar maupun perkantoran. Mari luangkan waktu mengheningkan cipta serentak. Kita doakan arwah pahlawan yang menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan RI," terangnya.

Sedangkan edaran kedua, pihaknya meminta pondok pesantren yang ada di Jawa Timur untuk melakukan doa bersama pada malam harinya sekitar pukul 20.30 Wib.

"Kita minta doanya para santri untuk mendoakan para syuhada dan pejuang yang telah mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

"Kita berharap, semua bisa menjaga persatuan dan kesatuan, supaya kehidupan bangsa dan negara bisa harmoni diatas keberagaman suku, adat, agama dan seterusnya," tandasnya. (bid/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA