KELANA KOTA

3.400 Hektare Hutan Terbakar, Karhutla Jatim Tahun Ini Paling Parah

Laporan Denza Perdana | Selasa, 22 Oktober 2019 | 18:29 WIB
Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Arjuno, dipotret dari daerah Morotanjek Singosari, Malang, Minggu (20/10/2019) pukul 17.55 WIB. Foto: Devy via e100
suarasurabaya.net - Data Dinas Kehutanan Provinsi Jatim total luas lahan hutan yang terbakar di musim kemarau 2019 mencapai 3.400 hektare. BPBD Jatim menyatakan, ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terparah.

Suban Wahyudiono Kepala BPBD Jatim mengatakan, luasan hutan dan lahan yang terbakar sampai Oktober 2019 ini meningkat dari tahun lalu meski tidak sampai dua kali lipat.

"Saya kira ini memang kebakaran terparah. Karena seminggu terakhir ini ada fenomena angin kencang yang bergerak secara horisontal dengan kecepatan rata-rata 45 km/jam," ujarnya, Selasa (22/10/2019).

BPBD Jatim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal fenomena angin. BMKG menjelaskan sifat angin itu merusak seperti puting beliung.


"Seperti yang kemarin terjadi di batu. Angin itu membawa tanah, kalau warga terkena sulit bernapas, lalu rumah-rumah berdebu sampai ketebalan setengah sentimeter. Kecepatannya sampai 20-25 knot," ujarnya.

Akibat fenomena angin itu, kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Jatim, termasuk di beberapa gugusan gunung, sulit dipadamkan. Angin kencang menyebabkan api cepat menyebar.

"Angin itu membawa api ke mana-mana. Di Gunung Ijen, itu anginnya kencang. Arjuno juga gitu. Hari ini water bombing mematikan empat (titik api di Arjuno) tapi tumbuh lagi api, api lagi. Begitu," kata Suban.

Kekuatan angin itu juga mengakibatkan pemadaman kebakaran hutan dengan helikopter water bombing terkendala. Helikopter MI-8 BNPB untuk pemadaman di Gunung Arjuno sempat menganggur beberapa hari karena angin kencang.

"Sudah dua hari kemarin nganggur. Karena apa? Karena cuaca. Angin kencang itu. Baru hari ini tadi beroperasi lagi," kata Suban.

Khofifah Indar Parawansa saat Upacara Hari Santri di Mapolda Jatim tadi pagi sempat mengimbau santri di Jawa Timur serentak melakukan salat istisqo, salat memohon hujan, supaya kebakaran hutan di Jatim padam.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.