KELANA KOTA

Jadi Mendikbud, Pengamat: Nadiem Harus Mau Dengarkan Pejabat Eselon 1 di Bawahnya

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 23 Oktober 2019 | 11:13 WIB
Nadiem Makarim Founder Gojek datang ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019). Nadiem saat ini jadi Mendikbud di Kabinet Indonesia Maju. Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Nadiem Anwar Makarim ditunjuk Joko Widodo Presiden sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 pada Rabu (23/10/2019) di Istana Merdeka, Jakarta.

Penunjukan ini tentu mengagetkan banyak pihak. Sebab, mantan Bos Gojek ini sama sekali tidak memiliki jejak rekam sebagai pendidik. Berbeda dengan Mendikbud terdahulu Muhadjir Effendy yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2000-2016.

Prof. Muchlas Samami Pengamat Pendidikan Unesa berpendapat, penunjukan mantan CEO perusahaan startup Gojek sebagai Mendikbud dinilai sebagai harapan presiden mengenai terobosan-terobosan baru di bidang pendidikan.

"Saya sih tampaknya, Presiden berharap ada terobosan-terobosan yang baru (di bidang pendidikan, red). Menggunakan pola pikir baru ke depan. Tampaknya itu. Kalau orang yang sudah lama itu kan pikirannya lama juga," ujarnya pada Rabu (23/10/2019).


Ia berharap, Nadiem sebagai orang baru dalam dunia pendidikan bisa arif untuk mau mendengarkan pendapat dan saran dari jajaran pejabat eselon 1 di kementeriannya. Sebab, ia harus memahami secara menyeluruh dunia pendidikan Indonesia agar mampu mengaplikasikan ide-idenya.

"Tapi Nadiem juga harus didampingi oleh para (pejabat, red) eselon 1 nya untuk mengerti kondisi pendidikan dan apa yang bisa dilakukan di bidang pendidikan," jelasnya.

Ia berpendapat, meskipun Nadiem bukan berasal dari latar belakang dunia pendidik, namun kecakapannya membangun bisnis inovatif di perusahaan lamanya bisa diaplikasikan di dunia pendidikan dalam menghadapi era disruptif.

"Saya tidak mengenal Nadiem (personal, red). Jadi tidak tahu pikirannya seperti apa. Tapi Nadiem yang memiliki background founder online (Founder Gojek, red) dia bisa melihat peluang. Nah harapannya pendidikan Indonesia juga bisa ke arah situ," katanya.

Ia menilai, pendidikan di Indonesia harus segera bertransformasi ke arah yang lebih modern dan maju. Ia berharap, pemilihan Nadiem sebagai Mendikbud mampu membawa pendidikan Indonesia ke arah sana.

Sebagai informasi, Nadiem Makarim penyelesaikan pendidikan S2 nya di Harvard University dan meraih gelar Master of Business Administration di kampus tersebut. Selain itu, di umurnya yang masih 35 tahun, ia juga menjadi menteri termuda di kabinet tersebut. (bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.