KELANA KOTA

Presiden Sudah Mengajukan Calon Kapolri Pengganti Tito Karnavian

Laporan Farid Kusuma | Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:43 WIB
Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri mendapat ucapan selamat dari Laksamana Siwi Sukma Adji KSAL, usai pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10/2019), di Istana Negara, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden sudah mengirim surat kepada DPR RI terkait usulan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), yang akan menggantikan Tito Karnavian.

Pernyataan itu disampaikan Presiden, sesudah melantik 38 orang menteri dan pejabat setingkat menteri, siang hari ini, Rabu (23/10/2019), di Istana Kepresidenan Jakarta.

Jokowi mengatakan, dalam surat resmi yang dikirim Menteri Sekretaris Negara kepada Pimpinan DPR RI, cuma ada satu nama calon yang diusulkan memimpin Korps Bhayangkara.

Calon itu adalah Komisaris Jenderal Polisi Idham Aziz yang sekarang masih aktif sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.


"Soal pengganti Kapolri, hari ini sudah kami ajukan surat kepada DPR RI, Pak Idham Aziz Kabareskrim. Satu nama saja," kata Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta.

Seperti diketahui, kemarin, Selasa (22/10/2019), Presiden mengirim surat kepada Pimpinan DPR RI, terkait pemberhentian Jenderal Polisi Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Surat tersebut dibacakan Puan Maharani Ketua DPR RI dalam forum rapat paripurna.

Merespon surat Presiden itu, mayoritas anggota dewan yang hadir memberikan persetujuan.

Alasan Presiden meminta Tito melepas jabatan Kapolri adalah pengangkatan sebagai Menteri Dalam Negeri, di Kabinet Indonesia Maju.

Maka dari itu, untuk sementara institusi Polri dipimpin oleh Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto yang sebelumnya menjabat Wakapolri, selaku Pelaksana Tugas Kapolri. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.