KELANA KOTA

Bonek dan Pemkot Kerja Bakti Bareng di Stadion GBT

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 08 November 2019 | 08:15 WIB
Bonek Suporter Persebaya Surabaya bersama Pemkot Surabaya menggelar kerja bakti massal mempercantik Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/11/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bonek Suporter Persebaya Surabaya bersama Pemkot Surabaya menggelar kerja bakti massal mempercantik Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (8/11/2019).

Mulai pukul 06.00 WIB, bonek dari berbagai wilayah di Surabaya berdatangan di Stadion yang berada di Jl Jawar, Pakal ini. Mereka membaur bersama personel Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, melakukan kerja bakti. Mulai dari menyapu, merapikan rumput di luar stadion, dan mengecat berem trotoar akses ke GBT.

Tampak juga personel dari TNI/Polri juga ikut bergotong-royong membersihkan kawasan stadion kebanggaan Surabaya ini.

Kanti Budiati Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kota Surabaya mengatakan, kerja bakti ini diikuti 1000 personel OPD dan dari TNI/Polri. Partisipasi bonek juga disambut baik oleh Pemkot Surabaya.


"Kami menyambut baik partisipasi temen-temen bonek dalam kerja bakti pagi ini," katanya di lokasi.

Kanti mengatakan, kerja bakti difokuskan ke GBT karena sebagai persiapan menyongsong Piala Dunia U20 2021. Pemkot Surabaya tetap optimis Stadion GBT menjadi venue Piala Dunia U20.

Sementara itu, Eri Cahyadi Kepala Bappeko Kota Surabaya mengatakan, penyempurnaan GBT beserta akses jalan dianggarkan sekitar Rp100 miliar di APBD 2020 yang akan disahkan di DPRD besok. Perbaikan meliputi semua yang disyaratkan FIFA, termasuk mengganti seluruh kursi tribun menjadi single seat.

"Kami tetap siap, perbaikan menyeluruh akan dilakukan termasuk mengganti kursi penonton menjadi single seat yang bisa melipat sendiri itu," katanya. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.