KELANA KOTA

K.H. Masjkur, Putra Daerah Jatim Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Laporan Denza Perdana | Jumat, 08 November 2019 | 15:20 WIB
KH Masjkur, salah satu tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2019. Foto: konstituante.net
suarasurabaya.net - Almarhum Kiai Haji Masjkur negarawan kelahiran Malang, Jawa Timur, yang tercatat sebagai pendiri Pembela Tanah Air (Peta) di zaman penjajahan Jepang menerima gelar pahlawan pada Jumat (8/10/2019) siang, di Istana Negara, Jakarta.

Keterlibatan K.H. Masjkur dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tak perlu diragukan lagi. Pada masa pendudukan Jepang, almarhum tercatat anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Almarhum Masjkur adalah tokoh yang berperan penting dalam Tentara Pembela Tanah Air (Peta) dalam membekali rakyat untuk berjuang melawan penjajah dalam berbagai Laskar Rakyat di pertempuran 10 November di Surabaya.

Ketika pertempuran 10 November 1945 pecah di Surabaya, K.H. Masjkur adalah tokoh yang menjadi pemimpin salah satu Laskar Rakyat bernama Barisan Sabilillah. Beliau turut berjuang di medan tempur demi merebut kembali kemerdekaan


Pasca-pertempuran itu, tokoh kelahiran Malang, Jawa Timur, 30 Desember 1904 silam itu turut membangun Indonesia dan tercatat sempat menduduki beberapa jabatan penting di pemerintahan.

K.H. Masjkur pernah menjabat Menteri Agama Indonesia keenam pada periode 1947-1949 dan 1953-1955. Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI periode 1956-1971 dan anggota Dewan Pertimbangan Agung pada 1968 silam.

Karena jasa-jasanya dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan RI, juga berdasarkan usulan masyarakat, sejarawan, dan pemerintah, Joko Widodo Presiden akan memberikan gelar pahlawan kepada almarhum bersama sejumlah tokoh lainnya.


Mia Anissa Muyassarah, cucu KH Masjkur berfoto di samping foto KH Masjkur, sebelum menerima penghargaan itu secara langsung dari Joko Widodo Presiden di Istana Negara, Jumat (8/11/2019). Foto: Biro Pers Setpres

Selain Almarhum KH. Maskur, Presiden juga memberikan gelar pahlawan untuk empat tokoh lainnya. Antara lain Ruhanna Kuddus dari Sumatera Barat, Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir dan Prof. Dr. Sardjito asal Yogyakarta, serta Alexander Andries Maramis dari Sulawesi Utara.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur Khofifah turut mendampingi keluarga K.H. Masjkur ke Istana Negara untuk menerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2019 yang diserahkan oleh Joko Widodo Presiden.

"Beliau diundang langsung ke Istana untuk mendampingi keluarga K.H. Masjkur. Ini suatu kebanggaan dan wujud syukur Pemerintah serta masyarakat Jawa Timur karena salah satu putra terbaiknya mendapat gelar Pahlawan Nasional," kata Aries Agung Paewai Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.