KELANA KOTA

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Letusan Setinggi 1.500 Meter

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 09 November 2019 | 12:41 WIB
Gunung Merapi meletuskan awan panas pada Sabtu, 9 November 2019 pagi terpantau dari Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo. Foto: BPBD Sleman
suarasurabaya.net - Gunung Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 9 November 2019 pukul 06:21 WIB, mengeluarkan awan panas letusan dengan kolom letusan terpantau 1.500 meter dari puncak.

"Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 65 mm dan durasi kurang lebih 160 detik. Kolom letusan setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke Barat," kata Makwan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman di Sleman, Sabtu (9/11/2019).

Menurut dia, akibat awan panas letusan tersebut tidak menimbulkan hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman.

"Arah angin ke Barat, tidak ada hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman," ujarnya dilansir Antara.


Ia mengemukakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman langsung melakukan pantauan hujan abu di wilayah Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, dan Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan tidak terjadi hujan abu vulkanis.

"Begitu juga di kawasan Kaliurang dan Turgo di Kecamatan Pakem dan Desa Tunggularum di Kecamatan Turi semua masih aman terkendali," katanya.

Makwan mengatakan, status Gunung Merapi saat ini masih waspada, sejak 21 Mei 2018.

"Rekomendasi jarak aman untuk aktivitas warga tetap tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," lanjutnya.

Ia menyebutkan, masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui aplikasi "Lapor Bencana Sleman" yang dapat diunduh di Google Play.

"Di aplikasi tersebut juga dapat diketahui jarak aman pengguna aplikasi dengan Gunung Merapi," katanya.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.