KELANA KOTA

Heroisme Arek-arek Suroboyo Lawan Sekutu di Parade Surabaya Juang

Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 09 November 2019 | 12:28 WIB
Teaterikal pertempuran dan heroisme Arek-arek Suroboyo melawan Sekutu di Parade Surabaya Juang, di kawasan Jl. Tunjungan. Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Keberanian, serta heroismeArek-arek Suroboyo saat bertempur melawan pendudukan tentara Sekutu yang kembali hadir di Kota Surabaya, ditampilkan pada aksi teaterikal Parade Surabaya Juang, Sabtu (9/11/2019).

Ratusan pemuda, tentara dan Arek-arek Suroboyo yang bergerak terus memberikan perlawanan terhadap Sekutu yang ingin kembali mencengkeramkan kekuatannya di Indonesia, ditandai dengan pertempuran dahsyat yang dicatat sejarah dunia sebagai satu diantara pertempuran terbesar.

Arek-arek Suroboyo dengan segala kesederhanaan persenjataannya ketika itu berani menghadang kehadiran pasukan Sekutu yang terdiri dari tentara Inggris dan Belanda serta sekutu lainnya dengan persenjataan lengkap.

Penggambaran pertempuran berat tersebut digelar di perempatan Jl. Tunjungan, Jl. Gentengkali, Jl, Praban dan Jl. Gemblongan. Arek-arek Suroboyo ditampilkan bersama tentara bahu membahu bertempur melawan prajurit Sekutu.


Sesekali terdengar ledakan dipanggung terbuka jalanan kawasan Tunjungan persis didepan Siola. Teriakan tentara menyemangati pejuang juga terdengar. Nampak juga beberapa pemuda berpakaian bukan tentara, mengenakan kopiah hitam berkaos putih, membawa bambu runcing berlarian menerjang benteng musuh sambil meneriakkan: Allahu Akbar!!! Allahu Akbar!!!.

Asap tebal membubung. Olivia Zalianty artis membacakan puisi seiring dengan berakhirnya aksi teatrikal didepan Siola. Peserta pawai Parade Surabaya Juang memperingati Hari Pahlawan 10 November kemudian bergerak menuju kawasan Hotel Majapahit.

Penonton bertepuk tangan menyaksikan serangkaian teatrikal pertempuran dan heroisme Arek-arek Suroboyo melawan Sekutu.

Heri Prasetyo operator teaterikal Parade Surabaya Juang menyampaikan bahwa kegiatan ini satu diantaranya memang ingin menampilkan rekonstruksi dahsyatnya pertempuran serta heroisme Arek-arek Suroboyo saat mempertahankan Kota Surabaya, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

"Kami ingin menampilkan bagaimana pertempuran Arek-arek Suroboyo ketika mengusir Sekutu. Mungkin masyarakat sudha membaca dari buku sejarah tentang ini, dan kami ingin menggambarkannya dalam bentuk teatrikal, agar masyarakat lebih mudah memahami. Namun demikian tentunya teatrikal ini belum sepenuhnya mewakili penggambaran peristiwa bersejarah tersebut," terang Heri Prasetyo, Sabtu (9/11/2019).

Parade Surabaya Juang, bergerak dari Tugu Pahlawan menuju Taman Bungkul, sebagai bagian peringatan Hari Pahlawan 10 November. Di sejumlah titik, pawai ditandai aksi teaterikal dan seni budaya lainnya.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.