KELANA KOTA

Menkes dan Mensos Diminta Verval PBI Terkait Banyaknya Bantuan yang Tidak Tepat Sasaran

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 09 November 2019 | 12:36 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Terawan Menteri Kesehatan dan Juliari P. Batubara Menteri Sosial perlu segera mengadakan verifikasi dan validasi (verval) data penerima bantuan iuran (PBI) dengan terobosan baru agar anggaran tepat sasaran, kata Dewi Aryani anggota Komisi IX DPR.

Dewi Aryani memandang penting Kemenkes dan Kemensos segera melakukan verval data PBI karena ada temuan PBI satu orang dibayar oleh PBI APBN, PBI APBD provinsi, dan PBI APBD kabupaten/kota.

"Nomor induk kependudukan (NIK) sama, nama beda dengan data kepesertaan berbeda, atau dengan asumsi sasaran satu dibayar dua kali," kata Dewi dilansir Antara, Sabtu (9/11/2019).

Oleh karena itu, lanjut Dewi, Kemenkes dan Kemensos segera mengadakan verifikasi dan validasi data PBI supaya selisih temuan bisa untuk yang berhak menerima yang selama ini justru tidak masuk basis data terpadu (BDT).


Dewi menekankan bahwa BDT itu ke depan juga sebagai acuan untuk penerima bantuan pemerintah lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar, kartu sembako, dan kartu prakerja, serta bantuan pangan nontunai (BPNT).

Komisi IX (Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan) DPR RI, kata Dewi, juga mendesak Kementerian Kesehatan bersama-sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, dan BPJS Kesehatan untuk menyelesaikan data cleansing terhadap 96,8 juta data PBI.

"Hal itu terkait dengan adanya exclusion error (kesalahan eksklusi) dan inclusion error (kesalahan inklusi) dalam penetapan sasaran PBI," kata Dewi yang juga anggota Fraksi PDIP DPR RI.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.