KELANA KOTA

Antisipasi Potensi Banjir Lahar, BPBD Imbau Warga Jauhi Aliran Sungai

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 09 November 2019 | 13:12 WIB
Kondisi Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta. Foto: BNPB
suarasurabaya.net - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman mengimbau warga menjauhi daerah aliran sungai sebagai langkah antisipasi potensi terjadinya banjir lahar hujan setelah Gunung Merapi memuntahkan awan panas pada Sabtu pagi (9/11/2019).

"Kalau hujan, kami imbau jangan ada yang berada di aliran sungai," kata Makwan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman di Sleman, Sabtu (9/11/2019).

Kendati demikian, menurut perkiraan Makwan, kalaupun terjadi banjir lahar hujan kemungkinan tidak akan mencapai daerah bawah gunung.

"Saat ini material vulkanis masih berada di sekitar puncak. Hujan jarang terjadi di puncak, hujan sering lereng Merapi," katanya dilansir Antara.


"Jika terjadi banjir lahar hujan, tidak akan terlalu membahayakan pemukiman penduduk, karena saat ini kedalaman sungai yang berada di lereng Merapi sangat dalam," katanya.

Sungai Gendol misalnya, palungnya dalam karena sudah ditambang sehingga saat terjadi lahar hujan, material vulkanik yang terbawa air akan mengisi bekas galian tambang terlebih dahulu.

"Banjir lahar hujan diprediksi tidak akan sampai ke daerah bawah. Apalagi material vulkanik yang dilontarkan Merapi tidak sebanyak seperti erupsi Merapi 2010," katanya.

Ia menambahkan, Sabo dam penahan banjir juga banyak dan kapasitasnya besar. "Jadi potensi membahayakan pemukiman penduduk kecil," katanya.

Gunung Merapi di Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 9 November 2019 pukul 06.21 WIB memunculkan awan panas dengan kolom letusan terpantau setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke arah barat.

Brotoseno Komandan SAR DIY pada peringatan sembilan tahun erupsi Merapi 2010 beberapa waktu lalu mengatakan seluruh relawan SAR Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini menganggap status Merapi sudah pada level Awas dan siaga turun sewaktu-waktu ada gejolak di Merapi.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.