KELANA KOTA

Minta Restu PWNU, PKB Ubah Astranawa Jadi Graha Gus Dur Setelah Eksekusi

Laporan Denza Perdana | Selasa, 12 November 2019 | 21:53 WIB
Sejumlah spanduk perlawanan dipasang di pagar Gedung Astranawa Selasa (12/11/2019) malam menjelang eksekusi oleh PN Surabaya Rabu (13/11/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jatim meminta doa dan restu dari Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) atas proses eksekusi Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Timur Surabaya, besok, Rabu (13/11/2019).

"Kami minta doa restu sekaligus tausiah terkait besok, akan ada pelaksanaan Keputusan Mahkamah Agung soal keberadaan Kantor Astranawa," ujar Anik Maslachah Wakil Ketua DPW PKB Jatim di Gedung PWNU Jatim, Selasa (12/11/2019).

Dalam proses persidangan sengketa kepemilikan lahan yang di atasnya terbangun Gedung Astranawa, kata Anik, Mahkamah Agung sudah memutuskan bahwa DPW PKB Jatim berhak atas lahan dan gedung itu.

"Kami juga mohon doa restu masyarakat Jawa Timur, mulai besok Astranawa akan menjadi Graha Gus Dur. Tidak menjadi milik pribadi atau perorangan, tetapi milik institusi, dalam hal ini DPW PKB Jatim," katanya.


Kiai Haji Abdussalam Sohib Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengatakan, PKB sudah menceritakan kronologis Gedung Astranawa.

"Kami di PWNU memberikan respons normatif, karena ini proses hukum, ya, kami sarankan semua pihak menjalankan proses hukum yang berlaku sebagai bukti kita warga negara yang baik," ujarnya.

Tidak ada upaya lain dari PWNU soal proses eksekusi Gedung Astranawa oleh Pengadilan Negeri Surabaya. Selama ini, kata pria yang akrab disapa Gus Salam itu, Choirul Anam sebagai termohon eksekusi juga tidak berkomunikasi dengan PWNU.

"Kalau berjalan dengan lancar, kan, tidak perlu ada pertemuan. Kalau tidak puas, ya, silahkan melanjutkan pada proses hukum yang masih mungkin apa? Karena kita sebagai warga negara yang baik harus menaati jalur hukum," ujarnya.

Choirul Anam Mantan Ketua DPW PKB Jatim, yang sedang bersengketa dengan DPW PKB Jatim soal kepemilikan Astranawa telah menyatakan penolakan atas proses eksekusi ini.

Selasa malam, sejumlah pendukung pria yang akrab disapa Cak Anam itu memasang beberapa spanduk di pagar Gedung Astranawa. Isinya penolakan eksekusi dan tulisan protes lainnya.

Minggu (10/11/2019) kemarin, Cak Anam sudah menyatakan akan mempersiapkan perlawanan kalau Pengadilan Negeri Surabaya dan DPW PKB Jatim memaksa melakukan eksekusi.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.