KELANA KOTA

Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan Sebabkan Enam Orang Luka Ringan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 13 November 2019 | 12:16 WIB
Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo Karopenmas Polri. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo Karopenmas Polri menjelaskan, kejadian ledakan pukul 08.45 WIB di Polrestabes Medan yang diduga bom bunuh diri mengakibatkan ada enam orang mengalami luka ringan. Sementara satu orang yang meninggal adalah diduga pelaku bom bunuh diri (Suicide Bomber).

"Akibat ledakan tersebut empat anggota Polri kemudian satu PHL atau Pekerja Harian Lepas dan satu masyarakat mengalami luka ringan," ujar Dedi dalam konferensi pers di kantor Divhumas Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Dedi mengatakan, untuk semua korban saat ini dirawat di rumah sakit Bhayangkara Medan.

Sedangkan untuk kerusakan, kata dia, ada empat kendaraan. Sedangkan untuk gedung atau bangunan Polrestabes Medan tidak ada yang rusak.


"Kerusakan tiga kendaraan milik dinas dan satu kendaraan milik pribadi," jelasnya.

Kata Dedi, saat ini Densus 88 bersama Inafis dan Labfor melakukan proses olah TKP untuk memastikan identitas pelaku.

"Nanti dengan teknologi yang dimiliki Inafis apabila pelaku ini sidik jarinya berhasil diambil dengan baik, dan pelaku ini juga nanti memiliki KTP, maka nanti akan terkoneksi dengan database yang ada di Dukcapil, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama identitas pelaku bisa diketahui," jelasnya.

Kemudian untuk seluruh partikel-partikel yang diketemukan di TKP, menurut Dedi, nanti akan diuji secara laboratorium forensik untuk mengetahui apakah bom itu high atau low explosive (berdaya ledak tinggi atau rendah).

"Jadi akan diketahui sebabnya apakah itu high atau low explosive. Demikian juga senyawa-senyawa yang digunakan oleh pelaku untuk merakit bomnya," tegasnya.

Kemudian, kata dia, untuk Densus 88 setelah mengetahui data pelaku juga akan mengembangkan apakah pelaku ini merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau pelaku ini merupakan lone wolf (sendiri), semuanya masih berproses.

"Tim Densus 88 bersama stakeholder terkait masih bekerja di lapangan," kata dia.

Dedi menjelaskan, untuk situasi dan kondisi Mapolrestabes Medan sudah bisa dikendalikan oleh aparat keamanan.

"Situasinya sudah sangat kondusif, kemudian dilakukan penjagaan keamanan oleh teman-teman dari Brimob karena masih proses olah TKP," jelas Dedi.(faz/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.