KELANA KOTA

DPR Minta Masyarakat Tidak Sebar Foto dan Video Bom Polrestabes Medan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 13 November 2019 | 13:52 WIB
Herman Herry Ketua Komisi III DPR RI. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Peristiwa teror bom kembali terjadi di Tanah Air. Sebagaimana telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, teror bom bunuh diri terjadi di Markas Polrestabes Medan, Jalan H. M. Said, Medan, Sumatra Utara, pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45 WIB.‎

Herman Herry Ketua Komisi III atau Komisi Hukum DPR RI mengutuk keras bom bunuh diri tersebut. Dia mendukung Polri mengusut tuntas aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan.

"Tak ada sikap selain bahwa saya mengutuk keras terjadinya aksi bom bunuh diri ini. Sebagai Ketua Komisi 3 DPR RI, saya mendukung dan mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk segera mengusut kejadian tersebut hingga tuntas," ujar Herman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/12/2019).

Herman percaya bahwa Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional dalam rangka menjaga keamanan dan memberikan perlindungan kepada setiap warga negara.


Tidak hanya di Medan, Herman mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan di seluruh Indonesia demi memastikan kejadian seperti ini tak terulang lagi.

"Kepada seluruh masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu menunjukkan bahwa Indonesia tidak takut terhadap teror, seperti apapun bentuknya," jelasnya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri tidak menyebarkan foto-foto maupun video aksi tersebut.

"Selain agar masyarakat tidak perlu mendapatkan gambar atau visual mengerikan, menyebarkan foto dan video hanya membantu tercapainya tujuan teror itu sendiri," tegasnya.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.