KELANA KOTA

Puan Minta Brimob Ramah dan Tidak Mudah Emosi

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 14 November 2019 | 10:17 WIB
Puan Maharani Ketua DPR saat menghadiri upacara HUT 74 Korps Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis pagi (14/11/2019). Foto: Humas DPR RI
suarasurabaya.net - Puan Maharani Ketua DPR mengaku bangga dengan Korps Brimob sebagai pasukan elit Polri.

"Brimob menjadi garda terdepan penanggulangan gangguan Kamtibmas dengan eskalasi tinggi seperti serangan teroris sehingga masyarakat merasa terlindungi. Brimob yang mempunyai kemampuan rescue juga sangat membantu warga ketika turun di daerah bencana," ujar Puan usai menghadiri upacara HUT 74 Korps Brimob di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis pagi (14/11/2019).

Puan berharap Korps Brimob terus berlatih dan senantiasa mengembangkan diri agar lebih professional. Ketua DPR berpesan agar Brimob yang lahir dari rakyat makin dekat dengan masyarakat.

"Sapalah mereka. Ramahlah kepada rakyat, tegaslah hanya kepada mereka yang ingin mengacaukan keamanan," kata Puan.


Terkait dengan penanganan aksi unjukrasa, Puan meminta personel Brimob harus tetap berpegang teguh pada Protap pengamanan dan tidak mudah emosi meski dihujat para pendemo.

"Mereka adalah saudara-saudara kita juga. Ikuti SOP pengamanan dan patuhi garis komando. Jangan lupa aturan-aturan HAM ketika menghadapi unjukrasa," tegasnya.

Namun, Puan juga meminta Brimob bertindak tegas dan terukur ketika menanggulangi aksi terorisme.

"Jangan pernah berkompromi dengan aksi-aksi teror yang mengancam nyawa manusia dan membahayakan warga. Harus galak terhadap terorisme," kata dia.

Puan bersyukur negara ini mempunyai pasukan Brimob yang setia menjaga NKRI. Menurut dia, kelahiran Brimob tidak bisa dilepaskan dari perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Embrio Brimob menjadi pasukan pioner dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," kata Puan.

Menurut Puan, sejarah juga mencatat peranan Resimen ini dalam operasi penumpasan dan pembersihan berbagai pemberontakan, dari DI/TII Kartosuwiryo, DI/TII Daud Beureuh, PRRI, sampai operasi penumpasan DI/TII Kahar Muzakar. Brimob juga terlibat saat pembebasan Irian Barat.

"Karena itu, bagi saya, komitmen Brimob untuk mempertahankan NKRI dan Pancasila tidak perlu kita kita ragukan lagi," pungkas Puan.(faz/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.