KELANA KOTA

Aplikasi KakiDiabet Bantu Penderita Diabetes Ingat Jadwal Perawatan dan Konsultasi Dokter

Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 14 November 2019 | 19:52 WIB
dr. Niko Azhari Founder Kakidiabet Indonesia dalam acara launching aplikasi Kakidiabet di kantor Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Unair pada Kamis (14/11/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kakidiabet Indonesia merilis aplikasi online berbasis android yang memudahkan penderita diabetes, untuk mengingat jadwal cek gula dan perawatan serta berkonsultasi langsung dengan tim dokter.

Dalam acara launching di kantor Lembaga Pengembangan Bisnis dan Inkubasi (LPBI) Unair pada Kamis (14/11/2019), dr. Niko Azhari Founder Kakidiabet Indonesia mengatakan, aplikasi ini diharapkan bisa memperpendek jarak akses masyarakat pada dokter.

"Dimana seringkali masyarakat ketika mencari tahu informasi kesehatan, dalam hal ini kaki diabet ini kemana, ke dokter apa, ke RS atau klinik mana. Kita sodorkan diri. Orang akan dengan mudah mendapat informasi tentang kaki diabet yang selama ini tidak mudah didapat masyarakat," jelasnya.


Acara potong tumpeng saat launching aplikasi Kakidiabet di kantor LPBI Unair. Foto: Baskoro suarasurabaya.net


Aplikasi ini dikatakan dr. Niko juga sebagai upaya kesehatan yang berioentasi preventif. Ia berpendapat, apabila kesehatan hanya berorientasi pada pengobatan, hal tersebut akan banyak membebani negara.

"Karena kalau kita beroirentasi pengobatan, biasanya pasien sudah datang di stadium lanjut. Berat, yang budget negara begitu banyak terkuras pada penyakit ini. Kalau kita gerak di aspek pencegahan, ini lebih efisien. Lebih kecil biayanya. Dengan kita kenalkan ini, masyarakat akan lebih aware (peduli) pada kaki diabet," pungkasnya. (bas/tin)
Editor: Anggi Widya Permani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.