KELANA KOTA

Gempa Magnitudo 7,4 di Maluku Utara Dimutakhirkan Jadi 7,1

Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 15 November 2019 | 00:21 WIB
Capture bmkg.go.id
suarasurabaya.net - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan gempa Jailolo, Provinsi Maluku Utara yang sebelumnya magnitudo 7,4 menjadi 7,1.

Gempa yang terjadi pukul 23:17:43 WIB tersebut terjadi di lokasi 1.67 LU, 126.39 BT atau kira-kira 137 kilometer Barat Laut Jailolo-Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.

Gempa tersebut dirasakan IV-V MMI di Kota Bitung, Kota Manado dan Ternate, II MMI di Buol, Sulawesi Tengah.

"Status ancaman tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara adalah waspada," kata Edward H Mengko Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Winangun, Sulawesi Utara sepeti dilansir Antara pada Jumat (15/11/2019).


Untuk status waspada, diperkirakan ketinggian air maksimum 0,5 meter, sementara status peringatan dini tsunami belum berakhir. Sebelumnya, BMKG mencatat terjadinya gempa gempa tektonik magnitudo 7,4 pada kedalaman 10 kilometer di wilayah 134 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara pukul 23:17:41 WIB.

Gempa ini dirasakan juga oleh Warga Sulawesi Utara (Sulut). Mereka berhamburan keluar rumah akibat gempa yang mengguncang daerah tersebut, Jumat (15/11/2019) dini hari. Warga ketakutan karena guncangan gempa sangat kuat.

"Kami ketakutan, padahal semua anggota keluarga sudah tertidur, tapi harus bangun keluar rumah, karena semua barang di dalam rumah mulai bergoyang," kata Albert W Warga Minahasa Utara, Sulut.

Hal senada juga dikatakan Usi warga Maumbi Minahasa Utara yang mengaku sangat ketakutan karena gempa kali ini sangat kuat. "Saya berharap tidak ada gempa susulan," katanya. (ant/bas/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.