KELANA KOTA

Warga Pesisir Kota Bitung Mengungsi Pascagempa Jailolo

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 15 November 2019 | 00:39 WIB
Capture bmkg.go.id
suarasurabaya.net - Rudi Wongkar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Sulawesi Utara mengatakan, warga di pesisir pantai mencari tempat di ketinggian mengantisipasi tsunami akibat gempa bumi dengan magnitudo 7,4 yang direvisi oleh BMKG menjadi 7,1.

"Saat ini memang ada peringatan dini tsunami, warga pesisir sementara mengungsi," sebut Wongkar di Manado, Jumat (15/11/2019) dini hari.

Dia mengatakan, warga pesisir yang mengungsi ke tempat tinggi yaitu berasal dari Kecamatan Madidir, Aertembaga dan Maesa.

"Saat ini kami masih menenangkan warga sambil mengarahkan mencari tempat-tempat yang lebih tinggi," sebutnya, seperti dilansir Antara.


Kondisi ketinggian air, kata dia, beberapa saat terjadi gempa masih normal dan belum ada kenaikan muka laut.

"Kami harap warga tetap tenang," harapnya.

Sebelumnya, gempa tektonik magnitudo 7,4 direvisi magnitudo 7,1 pada kedalaman 10 kilometer mengguncang 134 kilometer barat laut Jailolo, Maluku Utara pukul 23:17:41 WIB, Kamis.

"Ada peringatan dini tsunami, status waspada untuk daerah Kota Bitung, Halmahera dan Ternate," sebut Staf Operasional Stasiun Geofisika Winangun, Kota Manado. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.