KELANA KOTA

Sopir Trailer Keluhkan Kelangkaan Solar ke DPRD Jatim

Laporan Denza Perdana | Jumat, 15 November 2019 | 19:06 WIB
Pengumuman solar habis di SPBU Ahmad Yani Surabaya, Kamis (14/11/2019). Foto: Puri via e100
suarasurabaya.net - Kelangkaan solar membuat puluhan sopir truk peti kemas mengeluhkan kerugian yang mereka alami kepada anggota DPRD Jawa Timur, Jumat (15/11/2019).

Para sopir yang tergabung di Serikat Pekerja Angkutan Sopir Trailer Indonesia Jawa Timur itu mendatangi Kantor DPRD Jatim lantas mengadukan antrean panjang solar.

"Kami mengirim sayur dan buah-buahan. Akhir-akhir ini mulai terganggu dengan kelangkaan solar," kata Achmad Nurrochim Ketua Serikat Sopir Trailer itu.

Dia sampaikan juga kekhawatirannya, kelangkaan solar ini secara umum bisa mengganggu distribusi barang dan menghambat perekonomian Jatim.


"Tidak hanya barang kebutuhan pokok sehari-hari yang kami angkut, ada juga yang mengangkut komoditas ekspor dan impor," katanya.

Nurrochim berharap, masalah kelangkaan solar ini bisa tuntas secepatnya. Dia khawatir, kalau tidak segera teratasi, sopir truk akan melakukan aksi mogok.

"Kami jangan diberi janji-janji. Kami butuh kepastian," ujarnya.

Sri Untari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur berjanji segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim mengenai solusi kelangkaan solar ini.

"Kalau tetap mengalami kesulitan, kami akan langsung melaporkan ke presiden," ujarnya.

Dia tegaskan, seharusnya komoditas ekspor-impor di Jawa Timur tidak boleh terganggu kelangkaan bahan bakar. Dia khawatir hal itu akan berdampak pada iklim investasi di Jawa Timur.

Diana Amaliyah Veratiningsih Anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya mengatakan, dia akan teruskan aspirasi pengemudi ke Komisi VII DPR RI.

"Komisi VII DPR RI bisa mempertanyakan soal kelangkaan solar tersebut kepada Pertamina," katanya.

Dia juga tegaskan, BPH-Migas selaku pemegang kebijakan harus memperketat pengawasan distribusi solar.

Kalau sampai ada temuan permainan atau penimbunan, dia menuntut agar pemerintah segera mengambil tindakan hukum.

Dia bilang, sebenarnya stok solar saat ini normal, tidak ada permintaan yang terlalu berlebihan. Karena itu dia menduga adanya indikasi ketidakberesan.

"Mafia-mafia migas macam ini harus diberantas. Karena dampaknya menyangkut hajat hidup orang banyak," katanya.(den/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.