KELANA KOTA

Seminggu Bermekaran, Guguran Bunga Tabebuya Penuhi Pedestrian Jalan Surabaya

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 19 November 2019 | 10:21 WIB
Guguran bunga Tabebuya memenuhi pedestrian jalan. Foto: Rizzal via e100
suarasurabaya.net - Mekarnya bunga tabebuya di musim kemarau saat ini makin menambah keindahan kota Surabaya. Namun setelah seminggu bermekaran, bunga tabebuya akan berguguran dan gugurannya memenuhi pedestrian jalan.

Rokhim Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Surabaya mengatakan, saat tabebuya bermekaran pihaknya menambah petugas pengawas untuk berkeliling kota Surabaya.

"Jadi pengawas atau korlap akan berkeliling untuk mengawasi pergerakan petugas kebersihan. Kan kalau tidak diawasi pergerakan petugas kurang cepet. Kalau diawasi jadi lebih cepet untuk membersihkan sampah guguran tabebuya," kata Rokhim pada suarasurabaya.net.

Kata Rokhim, tidak ada penambahan petugas kebersihan saat bunga tabebuya berguguran. "Masih bisa dikendalikan. Kan petugas kebersihan tidak hanya bekerja saat tabebuya berbunga. Tapi tiap hari memang ada petugas yang standby di koridor-koridor jalan Surabaya. Jadi kalau guguran bunganya sudah banyak langsung dibersihkan," ujarnya.


Namun, lanjut dia, pihaknya mengakui dengan guguran tabebuya ini mobilitas mobil pengangkut sampah menjadi 2 kali lipat dari biasanya. "Mobilitas truk sampah bertambah tapi BBM sekarang lagi dibatasi. Ya agak ribet juga," ujarnya.

Nantinya, kata Rokhim, sampah guguran Tabebuya akan dikumpulkan dan didaur ulang jadi kompos. "Di beberapa kelurahan kota Surabaya ada rumah pengolahan kompos. Nah sampah guguran bunga ini dikumpulkan di masing-masing lokasi kemudian didaur ulang. Jadi kalau sampah bunganya banyak masih tetap bisa dimanfaatkan," katanya.

Di sisi lain, kata Rokhim, batang tabebuya cenderung mudah rapuh sehingga rutin melakukan perantingan. "Kalau musim kemarau gini bunganya mekar. Tapi kalau musim hujan daunnya yang lebat jadi lebih rutin untuk melakukan perantingan," katanya.

Di Surabaya sendiri, kata dia, ada 5 jenis tabebuya yakni daun lebar warna putih, daun lebar warna pink, daun kecil warna putih, daun kecil warna pink dan kuning. "Tabebuya ini mekarnya dua kali di musim kemarau. Pertama di awal musim kemarau dan yang kedua di penghujung musim kemarau," tambahnya. (dwi)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA