KELANA KOTA

Kadinkes Jatim Imbau Masyarakat Tak Khawatir isu Telur Mengandung Kimia

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 21 November 2019 | 10:33 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Dr Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tak terlalu khawatir akan isu telur ayam mengandung salah satu bahan kimia terlarang dan berbahaya.

"Telur mengandung bahan kimia ini bisa jadi disebabkan oleh pembakaran sampah plastik yang kurang sempurna sehingga menyebabkan zat keluar bernama dioksin," kata Kohar dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (21/11/2019).

Dioksin secara kimiawi bernama TCC. Zat dioksin juga bisa ada di makanan dalam jumlah rendah ataupun banyak.

Kohar menyatakan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan jumlah ambang batas manusia boleh mengonsumsi zat dioksin.


"Jadi tidak bisa dipukul rata, ayam ini deket sampah, ada dioksin. harus dilihat dalam kadar dioksinnya berapa. Yang harus dilihat lebih lanjut adalah ayamnya. Ternyata telur yang mengandung dioksin dari ayam lepasan. Beda masalahnya jika ayam peternakan yang memang untuk sentra produksi telur. Mereka sudah diperiksa dan aman," ujar Kohar, seperti dilansirAntara.

Dia mengakui, dioksin yang dikonsumsi dalam kadar cukup tinggi bisa berpengaruh pada kesehatan. Pengaruhnya mulai kelainan di kulit, bisa menyebabkan keluhan pada lapisan dalam rahim wanita, menyebabkan nyeri dan bahkan kanker.

"Tapi jangan terlalu beropini, harus dilihat kandungan berapa sesuai yang ditetapkan WHO. Karena zat dioksin tidak hanya dari plastik tapi juga dari gas pencemaran udara," kata dia.

Untuk pengobatannya, Kohar mengatakan tergantung penyakit yang diderita setelah mengonsumsi makanan mengandung zat dioksin. Jika di kulit maka perlu pengobatan di kulit.

"Kalau kanker, tergantung jenis kankernya juga. Dioksin banyak di makanan berlemak. Karena karakter dioksin senang lemak tapi tidak senang air," ucapnya.

Mengenai pencegahan agar tak makan makanan mengandung dioksin, Kohar menyarankan tidak mengonsumsi telur secara berlebihan.

"Karena terlalu banyak mengonsumsi telur tidak bagus. Kemudian harus memperhatikan kualitas makanan. Kadar paling tinggi zat dioksin bisa dari daging yang berlemak," katanya. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.