KELANA KOTA

16 Hari Anti Kekerasan pada Perempuan, Undang Tri Rismaharini Walikota Surabaya

Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 21 November 2019 | 13:43 WIB
flyer
suarasurabaya.net - Agenda kegiatan berskala internasional yang digelar serentak di sejumlah negara dunia, termasuk di Jakarta, Indonesia, mulai Senin (25/11/2019) hingga Selasa (10/12/2019) menyelematkan perempuan dari kekerasan, dikemas dalam 16 Hari Anti Kekerasan pada Perempuan.

Berbagai kegiatan dijadwalkan tampil dan boleh diikuti siapapun, dengan menghadirkan para seniman, tokoh masyarakat, tokoh politik serta public figur lainnya. Nama Tri Rismaharini Walikota Surabaya disebutkan bakal hadir pada agenda kegiatan internasional tersebut.

Di seluruh bagian dunia, kekerasan terhadap anak dan perempuan, apakah itu kekerasan fisik, verbal, dan perlakuan-perlakuan yang tidak adil, terlalu sering dimaklumi dan kebal hukum. 1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan di sepanjang hidup mereka, terlepas dari status sosial, negara, maupun umur mereka.

Kampanye 16 hari aktivisme untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan merupakan kampanye internasional tahunan yang bertujuan untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender.


Kegiatan ini dimulai dari tanggal 25 November, yang merupakan Hari Internasional untuk Menghentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan diakhiri pada tanggal 10 November, yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia.

Setiap tahunnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendukung inisiatif tersebut melalui gerakan internasional. Pada 2019 dan 2020, kegiatan ini akan secara khusus membahas masalah pemerkosaan sebagai kekerasan spesifik terhadap anak dan perempuan.

Melalui tema Orange the World: Generation Equality Stands against Rape, warna oranye menyatukan segala aksi di dunia selama 16 hari.

IFI (Institut Francais Indonesia) berkomitmen dalam kampanye ini, yang secara intrinsik berakar dari Hak Asasi Manusia dan yang menggaungkan dengan teguh nilai-nilai yang dijunjung Negara Prancis Kebebasan, Kesetaraan, Persaudaraan.

Karena hak-hak perempuan merupakan hak asasi manusia, maka sangat penting untuk mendukung kesetaraan dan martabat setiap perempuan menuju dunia yang lebih aman, adil, dan baik untuk semua.

Dengan tagar #16days dan #orangetheworld, masyarakat luas diajak ikut menyebarkan pesan tentang kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan terhadap anak dan perempuan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Beberapa kegiatan yang sudah diagendakan dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan pada Perempuan, diantaranya adalah seminar lokakarya pencegahan dan perlawanan terhadap kekerasan seksual oleh Hollaback! Jakarta.

Seminar pencegahan dan perlawanan terhadap kekerasan seksual ini mengajarkan para perempuan dan lelaki untuk mengintervensi secara tegas saat berada di situasi yang berpotensi akan kekerasan seksual. Seminar digelar Minggu 1 Desember 2019.

Lokakarya Kolase Saudari menampilkan Ika Vantiani dan Shera Rindra mengajak peserta bekerja berpasang-pasangan untuk mempererat rasa persaudaraan melalui diskusi sehat dan kerja sama di ruang yang aman. Alat dan bahan disediakan, dilaksanakan pada Sabtu (7/12/2019).

Lokakarya menulis terbuka untuk para peserta yang ingin berbagi pengalaman mereka tentang cara bertahan dan penyembuhan dalam menghadapi kekerasan seksual yang pernah mereka alami.

Melalui kebebasan menulis, lokakarya ini dirancang untuk membantu mereka dalam menguasai semangat pemberdayaan dengan menulis sebuah novel dan untuk menghapus kebungkaman akan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. Panggung terbuka akan diberikan kepada mereka yang ingin membacakan karya tulisnya, pada Sabtu (30/11/2019).

Diskusi & Musik Generation Equality atau Kesetaraan Generasi dijadwalkan mempertemukan para ahli di bidang politik, media, dan seni untuk membagikan pengalaman mereka dalam mengangkat isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta berdiskusi tentang perempuan masa kini di Indonesia.

Selain akan hadir dan tampil secara spesial grup musik feminis, Tika & the Dissidents, kegiatan pada Senin (9/12/2019) ini dijadwalkan mengundang Tri Rismaharini Walikota Surabaya.(tok/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.